Gandeng Institut Musik Jalanan GO-PAY Dorong Inklusi Keuangan Para Musisi Jalanan

Sebagai uang elektronik karya anak bangsa, GO-PAY menggandeng semua lapisan masyarakat dalam pemanfaatan pembayaran nontunai dengan teknologi kode QR, termasuk para pekerja sektor informal seperti musisi jalanan. Sebagai tahap awal, lebih dari 80 musisi jalanan di bawah binaan langsung dari IMJ akan mendapatkan kode QR yang dipasang pada alat musik mereka, serta memperoleh akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan. Para musisi jalanan juga akan diberikan ruang yang lebih besar untuk berkarya dengan memanfaatkan ekosistem dari GOJEK.

0
293

Jakarta, Baru-baru ini (20 Juni 2019) ,– GO-PAY, uang elektronik terdepan di Indonesia bagian dari ekosistem GOJEK, kembali menunjukkan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Hari ini, GO-PAY meresmikan kerjasama dengan Institut Musik Jalanan (IMJ). Institut ini merupakan sekolah musik yang diinisiasi oleh aktivis sosial Andi Malewa sejak tahun 2014. Melalui kerjasama ini, GO-PAY menjadi uang elektronik pertama yang bermitra dengan musisi jalanan melalui pengenalan metode pembayaran non-tunai, QR code.

Aldi Haryopratomo – CEO GO-PAY (kedua dari kanan), Andi Malewa – Pendiri Institut Musik Jalanan, serta dua dosen tetap Institut Musik Jalanan (IMJ), yakni Ridho Hafiedz (Slank) dan Glenn Fredly dalam konferensi pers “Kerjasama GO-PAY dengan IMJ” (20/6).

Aldi Haryopratomo, CEO GOPAY mengungkapkan bahwa, kerjasama ini merupakan salah satu bentuk inisiasi GO-PAY untuk merangkul lebih banyak masyarakat agar lebih mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan secara digital. “GO-PAY ingin agar lebih banyak lapisan masyarakat yang bisa terbiasa memanfaatkan teknologi pembayaran nontunai dan merasakan kemudahannya di kehidupan mereka. Sebagai perusahaan teknologi finansial tanah air, kami pun memiliki misi untuk membangun perekonomian Indonesia dari piramida paling bawah dan memberdayakan sektor informal melalui akses terhadap layanan keuangan, termasuk untuk para musisi jalanan, ” tutur Aldi.

Sejak kode QR diperkenalkan pertama kali pada April 2018, GO-PAY sendiri telah mencatat adanya pertumbuhan transaksi di luar layanan aplikasi GOJEK yang mencapai 25 kali lipat dan sepanjang tahun 2018 dan terjadi kenaikan jumlah pengguna aktif GO-PAY sebanyak 90%. “Berdasarkan tiga riset berbeda, yaitu dari Financial Times, DailySocial bersama OJK, dan YouGov selama tahun 2018-2019, GO-PAY telah menjadi salah satu metode pembayaran yang paling banyak digunakan masyarakat dan kami harap melalui kerja sama ini, hal tersebut dapat memberikan manfaat dan kemudahan bagi musisi jalanan dalam menjalankan pekerjaannya,” tambah Aldi.

Pada tahap pertama kerjasama ini, terdapat lebih dari 80 musisi jalanan, baik individu maupun grup di bawah naungan IMJ yang akan mendapatkan QR code dan dipasangkan pada alat musik mereka. Dengan pemasangan QR code ini, selain masyarakat dapat lebih mudah mengapresiasi karya mereka dengan metode pembayaran non-tunai, musisi jalanan dapat mengakses pendataan transaksi harian dengan lebih mudah. Tidak ketinggalan, musisi jalanan juga dapat melakukan perencanaan untuk mengatur pengeluaran harian, termasuk juga pemasukan dan penarikan tunai.

“Diharapkan lewat kolaborasi ini kami dapat mendukung para musisi jalanan yang berada di bawah naungan IMJ untuk dapat memiliki akses ke lembaga keuangan formal dimana mereka dapat memiliki rekening tabungan. Selain itu, juga memberikan ruang yang lebih besar untuk berkarya guna meningkatkan taraf dan kualitas hidup mereka,” tambah Aldi.

Di kesempatan yang sama, Andi Malewa, Pendiri Institut Musik Jalanan menyambut hangat kolaborasi antara GO-PAY dengan IMJ. “Tak dapat dipungkiri bahwa seringkali musisi jalanan mendapatkan stigma negatif di mata masyarakat. Namun di IMJ, selama hampir 5 tahun terakhir kami terus berusaha membantu mereka untuk meningkatkan kualitas hidup mereka melalui beragam pelatihan yang dilakukan secara rutin. Dengan beragam program yang dijalankan, kini pendapatan mereka meningkat pesat hingga 300%. Melalui kolaborasi ini, kami berharap musisi jalanan bisa mendapatkan edukasi keuangan digital serta mendapat akses lebih luas ke ruang untuk berkarya dengan memanfaatkan ekosistem GOJEK. Dengan demikian, stigma negatif pada musisi jalanan mulai berubah sekaligus meningkatkan taraf dan kualitas hidup mereka,” jelas Andi.

Aldi Haryopratomo – CEO GO-PAY (kedua dari kanan), Andi Malewa – Pendiri Institut Musik Jalanan, serta dua dosen tetap Institut Musik Jalanan (IMJ), yakni Ridho Hafiedz (Slank) dan Glenn Fredly dalam konferensi pers “Kerjasama GO-PAY dengan IMJ” (20/6)

Sejumlah musisi jalanan yang berhasil mendapatkan QR code dari GO-PAY merupakan musisi yang telah mengikuti program standarisasi IMJ. Para musisi jalanan tersebut terlebih dulu mengikuti serangkaian program dan tes dibawah bimbingan dua dosen tetap IMJ, yakni Ridho Hafiedz dan Glenn Fredly. Dalam program ini, seluruh musisi jalanan IMJ juga diharuskan lulus ujian tes kesehatan (anti narkoba) dan berkelakuan baik. Ridho dan Glenn pun menyampaikan harapan mereka agar pemberdayaan musisi jalanan melalui literasi keuangan dengan teknologi pembayaran digital yang diberikan oleh GO-PAY dapat semakin memudahkan mereka dalam berkarya serta meningkatkan kemampuan mereka dalam pengaturan keuangan. Mereka juga berharap bahwa kedepannya, program ini dapat berkembang dan menjangkau bagian lain dari ekosistem industri musik di Indonesia.Gopay“Sejalan dengan misi GO-PAY untuk mendorong masyarakat terbiasa menggunakan teknologi pembayaran non tunai, kami ingin para musisi jalanan yang awalnya tidak memiliki akses sebagai pengguna bank dan ataupun tidak memiliki pengetahuan akan perencanaan keuangan jadi teredukasi dengan baik. Selain itu, dengan pemanfaatan QR Code, GO-PAY juga bisa memberikan kemudahan bagi para musisi jalanan dalam melakukan penelusuran transaksi keuangan dan perencanaan keuangan,” jelas Aldi.

Sebagai bagian dari ekosistem dari GOJEK, para musisi jalanan di bawah binaan IMJ juga akan diberikan ruang berekspresi di panggung yang terdapat di area-area GO-FOOD Festival dan merchant-merchant pilihan GO-PAY. Selain sebagai ruang ekspresi, panggung tambahan tersebut diharapkan juga membantu meningkatkan penghasilan para musisi jalanan di bawah asuhan IMJ.

***□□□***

Idea*Dede Kartika*

*Client Executive*

*IDEA Group Indonesia*
Buncit Business Center B.5
Jl. Warung Buncit No. 24 – Mampang Prapatan Jakarta Selatan – 12790
www.ideagroup.co.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here