Philips Datang Ujung Pelosok Benderang

0
783

Jakarta, Indonesia Philips Lighting (EURONEXT Amsterdam ticker: LIGHT), Berkisar 25 desa yang belum dialiri listrik yang tersebar pada berbagai wilayah di ujung pelosok Indonesia akan segera mendapat instalasi pencahayaan LED tenaga surya dari Philips selaku pemimpin global industri perlampuan yang sangat peduli pada kemajuan dan perkembangan tingkat kehidupan warga masyarakat. Bhakti Philips pada negeri pemilik lebih dari 17.500 pulau ini merupakan kelanjutan dari program kampanye “Kampung Terang Hemat Energi” yang telah dimulai sejak tahun 2015 pada sembilan desa yang tersebar di tiga kabupaten dalam wilayah propinsi Sulawesi Selatan.

Program “Kampung Terang Hemat Energi” ini akan menyediakan penerangan untuk rumah dan fasilitas umum seperti Puskesmas, sekolah dan jalan umum di beberapa desa di wilayah Sumatera Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku. Philips lighting memperkirakan terciptanya 2.886 titik lampu baru, yang berarti hampir sepuluh kali lebih banyak dari jumlah titik lampu yang diciptakan semula di Sulawesi Selatan. Sistem pemanfaatan energi matahari sangat membantu pengentasan kemiskinan atas listrik di negeri yang wilayahnya memang banyak berupa pegunungan, kepulauan, lautan dan hutan rimba tropis ini. 

“Kami sangat senang dapat membantu lebih banyak lagi masyarakat dengan menjembatani kesenjangan pencahayaan antara kota dan wilayah pedesaan melalui  program ‘Kampung Terang Hemat Energi’,” terang Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia, ketika memberikan sambutan saat pressconf. kampanye “Kampung Terang Hemat Energi” beberapa waktu lalu (2/8) di Jakarta Theatre, Jakpus. 

“Pencahayaan akan membantu meningkatkan peri kehidupan masyarakat, memaksimalkan aktivitas kegiatan sehari-hari seperti belajar atau pekerjaan rumah tangga lainnya untuk dapat dilakukan bahkan, setelah matahari terbenam. Puskesmas dapat beroperasi dengan optimal dalam keadaan darurat di malam hari dan mobilitas warga serta barang tidak lagi terbatas hanya pada siang hari. Di Philips Lighting Indonesia, kami menerapkan komitmen global perusahaan ini untuk menciptakan kehidupan yang lebih terang untuk dunia yang lebih baik; termasuk di dalamnya, kehidupan masyarakat di desa-desa terpencil di seluruh negeri,” tambah Rami. 

Setiap desa yang masuk dalam program “Kampung Terang Hemat Energi” ini mendapat paket pencahayaan LED tenaga surya Philips yang inovatif, diantaranya :

  1. Solar Indoor Lighting System lengkap dengan panel surya
  2. Philips LifeLight yang 10 kali lebih terang dari lampu minyak tanah
  3. Solar LED Road Light untuk menerangi jalan-jalan di desa pada malam hari

Tahun ini, kampanye akan diawali dengan menjangkau enam desa di Sumatera Utara.

Merujuk Kementerian ESDM pada tahun 2016 lalu di Indonesia ada sekitar 12.000 desa yang dihuni oleh lebih dari 30 juta jiwa belum memiliki akses atas ketersediaan listrik. Desa-desa ini mengandalkan sumber pencahayaan yang menggunakan minyak tanah dan lilin sehingga penduduknya rentan terhadap resiko kesehatan, daya dukung keselamatan, dan keterbatasan mengoptimalisasi potensi lingkungan.

Sebagai pemimpin global di bidang pencahayaan, Philips telah merevolusi pencahayaan dunia selama lebih dari 125 tahun dengan mengutamakan pelanggan sebagai pusat dari setiap inovasinya demi terciptanya peningkatkan kehidupan masyarakat, baik mereka yang tinggal di kota maupun di daerah pedalaman. Sejak penemuan pencahayaan tenaga surya, fokus perusahaan adalah untuk menyediakan sistem pencahayaan, di dalam dan di luar ruang, dengan mengandalkan energi terbarukan alami seperti sinar matahari. Khususnya di negara tropis seperti Indonesia, tentunya memiliki kesempatan besar untuk memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber pencahayaan. Pencahayaan LED tenaga surya Philips memiliki konsumsi daya yang sangat rendah dan mudah untuk dipasang.

“Sistem pencahayaan kami menyimpan tenaga surya di siang hari. Pada malam hari, sistem ini secara efisien secara otomatis akan mengalirkan tenaga listrik untuk menyalakan bohlam LED berdaya rendah, baik untuk penggunaan di dalam maupun luar rumah. Program ‘Kampung Terang Hemat Energi’ ini merupakan bukti komitmen kami dalam mewujudkan pencahayaan lebih dari sekadar penerangan bagi masyarakat yang kurang beruntung,” tutup Rami.

Bermitra sejak tahun 2015 dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kopernik yang bergerak di bidang teknologi untuk memberdayakan penduduk di desa terpencil, Philips Lighting telah memasang lebih dari 300 titik lampu baru bagi sekitar 11.800 masyarakat di Sulawesi Selatan. Di tahun yang sama, Philips Lighting secara global menyerukan ajakan untuk mengakhiri kemiskinan cahaya dalam rangka Tahun Cahaya Internasional PBB (UN’s International Year of Light – IYOL).

*****¤¤¤¤¤¤*****

Jakarta Theatre, MH. Thamrin, 2 Agustus Photo dan narasi PressConf. Kampanye “Kampung Terang Hemat Energi” untuk tahun program 2017

Para pewarta yang hadir meliput Peluncuran Program CSR Philips Lighting Indonesia "Kampung Terang Hemat Energi" periode 2017-2018, menyalakan Philips LifeLight, lampu LED berbasis tenaga surya yang merupakan salah satu produk yang akan diberikan kepada masyarakat di desa terpencil melalui program ini. Hadirin diajak untuk turut merasakan seperti apa hidup dalam kegelapan tanpa aliran listrik dan hanya bisa bergantung pada sumber pencahayaan tradisional seperti lilin, dan bagaimana pencahayaan memadai dapat membantu meningkatkan kehidupan masyarakat.
Para pewarta yang hadir meliput Peluncuran Program CSR Philips Lighting Indonesia “Kampung Terang Hemat Energi” periode 2017-2018, menyalakan Philips LifeLight, lampu LED berbasis tenaga surya yang merupakan salah satu produk yang akan diberikan kepada masyarakat di desa terpencil melalui program ini. Hadirin diajak untuk turut merasakan seperti apa hidup dalam kegelapan tanpa aliran listrik dan hanya bisa bergantung pada sumber pencahayaan tradisional seperti lilin, dan bagaimana pencahayaan memadai dapat membantu meningkatkan kehidupan masyarakat.
Country Leader Philips Lighting Indonesia Rami Hajjar (tengah) didampingi Country Marketing Manager Philips Lighting Indonesia Lim Sau Hong (kiri) dan Chief Strategy Officer Kopernik Tomohiro Hamakawa (kanan) berbincang sesaat sebelum prosesi penekanan tombol yang menandai peluncuran program CSR Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018 Philips Lighting Indonesia.
Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia, mengajak masyarakat untuk membantu mengakhiri ‘kemiskinan cahaya’ dalam sambutannya di acara Konferensi Pers Peluncuran Program Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018.
Tomohiro Hamakawa, Chief Strategy Officer Kopernik yang merupakan mitra Philips Lighting Indonesia dalam melaksanakan program CSR Kampung Terang Hemat Energi, menjelaskan lebih lanjut mengenai proses pelaksanaan program tersebut.
-Ka) Astrid Ramli, Head of Marketing Communications Philips Lighting Indonesia; Lim Sau Hong, Country Marketing Manager Philips Lighting Indonesia; Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia; Tomohiro Hamakawa, Chief Strategy Officer, Kopernik; and Lea K. Indra, Integrated Communications Manager Philips Lighting Indonesia, berpose bersama dalam prosesi peluncuran Program CSR Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018 Philips Lighting Indonesia.
Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia didampingi Lea K. Indra, Integrated Communications Manager Philips Lighting Indonesia, menjelaskan bahwa perusahaan tidak melihat besarnya program ini dari jumlah investasi yang diberikan oleh Philips Lighting Indonesia, melainkan dampak positif yang dapat diberikan perusahaan kepada masyarakat Indonesia, terutama di daerah terpencil yang belum teraliri listrik.
Lea K. Indra, Integrated Communications Manager Philips Lighting Indonesia, menjelaskan mengenai program CSR Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018 Philips Lighting Indonesia yang mengusung tema “Membawa Pencahayaan Hingga ke Pelosok Indonesia”. Sesuai temanya, program ini memperluas jangkauannya hingga ke 25 desa di empat daerah: Sumatera Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku, dan diharapkan akan menciptakan lebih dari 2.800 titik lampu baru.
Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia dan Tomohiro Hamakawa, Chief Strategy Officer Kopernik menunjukkan lampu jalan LED berbasis tenaga surya: Philips Solar LED Road Light yang akan dipasang di sejumlah desa terpilih pada program CSR Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018 Philips Lighting Indonesia. Dengan lampu jalan yang memadai, penduduk tak perlu merasa khawatir lagi ketika melintas di malam hari, mobilitas masyarakat desa pun tak terbatas hanya pada siang hari saja.

Tentang Philips Lighting

Philips Lighting (Euronext Amsterdam: LIGHT), pemimpin global untuk produk, sistem dan layanan pencahayaan, membawa inovasi pencahayaan yang membuka nilai bisnis baru, memberikan pengalaman bermakna bagi pengguna yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup. Melayani pasar bisnis dan konsumen, kami memimpin industri dalam memanfaatkan penggunaan Internet of Things untuk mentransformasi hunian, bangunan dan area perkotaan. Pada tahun 2016, kami membukukan penjualan sebesar 7,1 miliar Euro dan mempekerjakan sekitar 34.000 karyawan di lebih dari 70 negara. Berita mengenai Philips Lighting dapat dilihat di http://www.newsroom.lighting.philips.com dan Twitter via @Lighting_Press. Informasi mengenai investor dapat ditemukan di http://www.lighting.philips.com/main/investor.

********¤¤¤¤¤¤¤*********

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here