Pencegahan Massal Gigi Berlubang Pepsodent Helat Bulan Kesehatan Gigi Nasional

0
932

Semarang, 12 September 2017 Pepsodent kembali menggelar kegiatan tahunan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI). Tahun ini BKGN hadir semakin luas di 57 lokasi yang tersebar di beberapa kota dan kabupaten di seluruh Indonesia mulai dari tanggal 12 September sampai dengan 29 November 2017 dengan Semarang menjadi kota pembuka rangkaian BKGN 2017.

Pemukulan gendang sebagai simbolisasi dimulainya Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2017 (kiri-kanan): Mirza Roesli selaku Head of Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk, H. Hasan Toha Putra, MBA selaku Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung selaku Ketua Yayasan Wakaf Sultan Agung, H. Heru Sudjatmoko selaku Wakil Gubernur Jawa Tengah, Dr. drg. Nina Djustiana, MKes., selaku Ketua AFDOKGI dan drg. Ugan Gandar selaku Wakil Ketua PB PDGI

Rangkaian kegiatan BKGN 2017 secara resmi dibuka di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Islam Sultan Agung (FKG Unissula) Semarang dengan penandatanganan kerja sama antara Unilever, PDGI dan AFDOKGI beserta 22 dekan yang berasal dari 22 FKG yang berpartisipasi. Pembukaan BKGN 2017 dimeriahkan oleh penampilan anak-anak berkebutuhan khusus dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Semarang dan sikat gigi bersama oleh ratusan siswa sekolah dasar di Semarang yang turut didukung oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo dan dihadiri langsung oleh Wagub Jawa Tengah, H. Heru Sudjatmoko. 

Membuka BKGN 2017 dalam sambutannya Mirza Roesli selaku Head of Oral Care PT. Unilever Indonesia Tbk menjelaskan mengenai upaya Pepsodent yang konsisten dalam menekan jumlah penderita gigi berlubang di Indonesia. “BKGN merupakan agenda rutin tahunan kami, di mana setiap tahun kami mengangkat tema untuk pesan edukatif kesehatan gigi yang berbeda. Tahun ini, BKGN mengusung tema Merdeka dari Gigi Berlubang dengan mengajak keluarga Indonesia memeriksakan kesehatan gigi secara teratur serta memilih asupan camilan bertekstur dan bernutrisi seimbang yang merupakan komitmen kami dalam memberikan perlindungan terbaik untuk kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia,” papar Mirza.

Konsumsi camilan di Indonesia terindikasi mengalami peningkatan sebesar 4% setiap tahunnya di mana camilan manis dan lengket seperti cokelat, pastry dan permen menjadi camilan yang paling digemari anak-anak. “Mengonsumsi camilan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat dan gula terutama yang lengket dapat menurunkan derajat keasaman mulut. Setelah mengonsumsi makanan yang manis, derajat keasaman mulut turun hingga di bawah pH kritis 5,5 dalam hitungan menit dan tetap rendah hingga 1 jam setelahnya. Bila terjadi terus menerus kondisi ini menyebabkan hilangnya mineral (email) pada gigi dan mengakibatkan terjadinya gigi berlubang,” ujar drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, lebih lanjut dalam press conference pembukaan BKGN 2017.

Agar kesehatan gigi maksimal, drg. Mirah juga menganjurkan memilih asupan camilan dengan makanan bertekstur seimbang yang berserat, berkadar air tinggi serta berkalsium tinggi seperti produk susu dan turunannya. Tekstur lembut dari ragam camilan yang marak dijumpai saat ini juga membuat anak kurang berlatih mengunyah, sebaliknya makanan yang berserat akan lebih lama dikunyah. “Gerakan mengunyah merangsang aliran kelenjar ludah yang merupakan pembersih alami rongga mulut dan menetralisasi keasaman di rongga mulut dan menetralisasi keasaman di dalamnya. Edukasi mengenai pentingnya memilih asupan camilan yang seimbang ini semoga dapat diterima oleh masyarakat melalui rangkaian acara BKGN 2017,” harapnya.

Ditemui pada kesempatan yang sama drg. Ugan Gandar selaku Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia mengungkapkan,  “Partisipasi PDGI cabang dalam pelaksanaan BKGN setiap tahunnya selalu meningkat.  Tahun ini BKGN hadir di lebih banyak titik PDGI cabang, yaitu di 35 lokasi cabang kota berbeda yang memiliki tingkat prevalensi permasalahan gigi dan mulut tinggi. Berdasarkan Riskesdas 2013, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan merupakan dua provinsi dengan prevalensi tinggi diatas 35%. Oleh karena itu, beberapa PDGI cabang seperti Bantaeng, Bone, Bulukumba, Gowa, dan Banjarmasin yang berada di dua provinsi tersebut turut hadir berpartisipasi di BKGN 2017. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Unilever melalui kegiatan BKGN untuk membantu program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Bebas Karies di tahun 2030, ungkap drg. Ugan. Kehadiran BKGN setiap tahunnya juga telah menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk mengingatkan keluarga Indonesia agar, memeriksa kesehatan gigi secara rutin.”

Jangkauan lebih luas dari BKGN tahun ini tidak hanya dihadirkan melalui pada jumlah PDGI cabang yang bertambah, namun juga dari jumlah FKG yang hadir di 22 lokasi. Dr. Nina Djustiana, drg. MKes. selaku Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia menuturkan, “Pada tahun ini BKGN hadir perdana di Kota Kediri untuk memperluas jangkauan kegiatan sarat manfaat ini pada masyarakat. Komitmen ini juga kami wujudkan melalui kegiatan bakti sosial bersama para dekan FKG seluruh Indonesia yang memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dan aplikasi fissure sealant di SD Negeri Batur 03, Dusun Selongisor, Kec. Getasan pada sehari sebelum pembukaan BKGN 2017. Kami berharap kegiatan bakti sosial ini dapat menjadi contoh bagi para calon dokter gigi muda untuk dapat terjun langsung melayani masyarakat hingga ke daerah-daerah yang belum terjangkau tenaga tenaga medis gigi.

Suasana sikat gigi bersama ratusan pelajar sekolah di Semarang dalam rangkaian kegiatan BKGN 2017 di Universitas Islam Sultan agung.

2018 adalah tahun ke delapan daripada penyelenggaraan BKGN. Tahun ini semakin istimewa dengan kehadiran mobil keliling gigi dan mobile klinik. Pada pelaksanaan BKGN tahun ini Pepsodent bekerja sama dengan Cobra Dental, CT Foundation dan Indosat Ooredoo menghadirkan fasilitas perawatan gigi keliling yang spesifik ditujukan ke daerah PDGI cabang. “Dengan pola menjemput bola, Kami berharap kehadiran mobil keliling gigi ini dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk bisa mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan gigi dalam BKGN 2017 ini,” urai drg. Mirah.

Rangkaian kegiatan BKGN 2017 merupakan komitmen penuh dari Pepsodent yang selama lebih dari 72 tahun melindungi senyum cermerlang Indonesia yang merupakan identitas bangsa.

Photo session Press Conference Kick Off BKGN2017 (kiri-kanan) : Imelda Wira selaku Senior Brand Manager Pepsodent PT Unilever Indonesia TBK, Dr. drg. Nina Djustiana, MKes., selaku Ketua AFDOKGI, drg. Ugan Gandar selaku Wakil Ketua PB PDGI dan drg. Ratu Mirah Afifah, GCClindent., MDSc. selaku Head of Professional Relationship Oral Care PT. Unilever Indonesia TBK.

Masyarakat dapat memanfaatkan BKGN 2017 untuk mendapatkan perawatan gigi gratis seperti pencabutan dan penambalan gigi yang tidak melibatkan perawatan syaraf gigi, pembersihan karang gigi, dan fissure sealant. Semoga pembukaan rangkaian BKGN 2017 ini merupakan awal yang baik untuk mengajak masyarakat untuk rutin datang ke dokter gigi agar merdeka dari gigi berlubang,” tutup Mirza mengakhiri wawancara door stop seusai seremoni pembukaan BKGN tahun ini,” ujar Mirza mengakhiri wawancara door stop seusai membuka BKGN tahun ini.

——0O0——

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here