Lifebuoy Provokasi Anak-Anak SD 03 Menteng Untuk #TepukSehatIndonesia

0
252

Jakarta, 12 Oktober 2017 – Lifebuoy, brand sabun kesehatan keluarga produksi PT Unilever Indonesia, Tbk., turut merayakan Hari Cuci Tangan Sedunia di SDN 03 Menteng Jakarta dengan mengedukasi masyarakat pentingnya cuci tangan pakai sabun (CTPS) agar terlindungi dari kuman. Komitmen yang telah dijalankan sejak tahun 2004 ini telah berhasil menjangkau lebih dari 89 juta tangan sehat di Indonesia.

Sepanjang tahun 2017 ini, Lifebuoy terus menjangkau hingga 1,5 juta anak usia sekolah dasar dan 150.000 ibu di seluruh Indonesia dalam rangkaian menuju target meraih 100 juta tangan sehat Indonesia di tahun 2020.

Dihadapan siswa-siswa SDNegeri 03 Menteng,  Arya Bahupringga selaku Head of Marketing Skin Cleansing Unilever Indonesia menjelaskan, “Komitmen berkelanjutan ini merupakan bagian dari strategi Unilever Sustainable Business Plan, yaitu salah satu tujuannya adalah meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan 1 milyar orang pada 2020 secara global. Untuk itu edukasi pentingnya cuci tangan pakai sabun terus kami jalankan dengan melibatkan peran aktif para ibu. Kami percaya, Ibu memegang peran penting sebagai pelopor penerapan kebiasaan hidup sehat di keluarga inti. Berdasarkan survei yang Lifebuoy lakukan untuk melihat peran ibu dalam pencegahan penyakit, sekitar 92% ibu menerapkan kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat yaitu mandi teratur dan cuci tangan pakai sabun untuk menjaga kesehatan keluarga.”

Erni Guntarti Tjahjo Kumolo – Ketua Umum TP PKK Pusat (Batik biru)

Senada dengan yang disampaikan Arya, dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo selaku Ketua Umum TP PKK Pusat menyampaikan, “Sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga kesehatan keluarga, kami selalu melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan semua kader yang tersebar dari tingkat pusat hingga dasa wisma di seluruh Indonesia. Kami selalu menyemangati dan memberikan pengertian kepada ibu yang lain, bahwa cuci tangan pakai sabun adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit. Kebiasaan ini harus dimulai sejak dini pada anak-anak kita, di saat diare dan pneumonia masih menjadi penyebab kematian tertinggi pada anak di dunia.”

Juga hadir, dr. Imran Agus Nurali Sp.KO, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI yang berbagi beberapa hal menarik di depan tamu yang hadir dan para dokter kecil serta siswa-siswi SDN 03 Menteng, “Kami sangat mendukung upaya edukasi cuci tangan pakai sabun seperti yang dilakukan hari ini. Upaya ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk mempromosikan langkah preventif dari penularan penyakit. Cuci tangan pakai sabun adalah cara yang paling mudah dan efektif dalam melindungi tubuh dari kuman.”

dr. Imran Agus Nurali Sp.KO, juga menambahkan “Kebiasaan baik cuci tangan pakai sabun hendaknya dilakukan di lima saat penting yaitu; sebelum makan pagi, sebelum makan siang, sebelum makan malam, setelah menggunakan toilet dan saat mandi.”

Titi Kamal dan Christian Sugiono – Figur Keluarga Lifebuoy Indonesia

Hal ini diperkuat oleh Titi Kamal selaku Brand Ambassador Lifebuoy, “Sebagai seorang ibu, saya menempatkan kesehatan anak dan keluarga menjadi hal yang paling utama. Tidak ada yang lebih menyedihkan ketika saya harus menghadapi anggota keluarga yang jatuh sakit, terutama Juna. Oleh karena itu, untuk memastikan ia selalu terlindung dari kuman penyakit, saya selalu mengajarkan Juna untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat cuci tangan pakai sabun dan mandi dengan teratur.”

Lifebuoy fokuskan rangkaian edukasi pentingnya CTPS pada 3 pilar utama yaitu; Pilar sekolah, Pilar PKK dan Pilar Rumah Sakit.

(kiri ke kanan) Akhmad Solikhin – Kepala Sekolah SDN 03 Menteng, Sinta Kaniawati – Head of Sustainable Business Unilever Indonesia and Unilever Indonesia Foundation, dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo – Ketua Umum TP PKK Pusat, Arya Bahupringga – Head Of Marketing Skin Cleansing PT Unilever Indonesia, dr. Imran Agus Nurali Sp.OK – Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dr. Angela Abidin – Perwakilan Departemen Mikrobiologi FK UI, Titi Kamal dan Christian Sugiono – Figur Keluarga Lifebuoy Indonesia

Dalam Pilar Sekolah, melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Lifebuoy bekerjasama dengan Puskesmas dan sekolah-sekolah dasar dalam upaya revitalisasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk memperkuat peranan dokter kecil sebagai peer educator. Selama 2004 hingga 2016 dari program penguatan dokter kecil ini, telah berhasil dilatih lebih dari 420 ribu siswa-siswi sekolah dasar menjadi dokter kecil.

Lewat Pilar PKK, Lifebuoy mengedukasi para ibu di Posyandu melalui kader-kader kesehatan dan aktivis PKK di 34 provinsi di Indonesia. Edukasi berupa penyuluhan dan pelatihan edukasi CTPS di Posyandu kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu yang mempunyai anak di bawah 5 tahun.

Sedangkan, lewat Pilar Rumah Sakit, Lifebuoy bekerjasama dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) untuk mengedukasi tenaga kesehatan di rumah sakit terpilih yang tersebar di Indonesia. Salah satunya dengan seminar yang akan mengangkat pentingnya CTPS bagi tenaga kesehatan untuk membantu memastikan lingkungan rumah sakit yang bersih dan sehat bagi pasien dan lingkungan sekitar.

Khusus pada perayaan Hari Cuci Tangan Sedunia tahun ini, perayaan akan terus dilakukan oleh Lifebuoy di 13 titik lainnya di 10 kota dalam periode tanggal 12 hingga 31 Oktober 2017 yang akan menjangkau sekitar 2.500 masyarakat. Selain itu, Lifebuoy juga mengoptimalkan digital channel untuk mengajak masyarakat ikut serta dalam menciptakan Indonesia yang lebih sehat, dukungan dapat ditunjukkan dengan mengunggah foto menggunakan tagar #TepukSehatIndonesia di sosial media Instagram mereka dan follow akun Instagram @LifebuoyID.

“Kami berharap dengan rangkaian kegiatan #TepukSehatIndonesia persembahan Lifebuoy, kami dapat menjangkau dan mengedukasi lebih banyak masyarakat Indonesia mengenai pentingnya cuci tangan pakai sabun sehingga terhindar dari kuman penyebab penyakit. Dengan demikian, 100 juta tangan sehat Indonesia di tahun 2020 dapat terwujud dengan baik.” tutup Arya.

—Selesai—

Tentang PT Unilever Indonesia 

beroperasi sejak tahun 1933 dan telah menjadi perusahaan fast moving consumer goods terdepan di pasar Indonesia. Unilever Indonesia memiliki 39 brand yang terbagi dalam 4 kategori, Personal Care, Home Care, Food dan Refreshment. Unilever Indonesia telah ‘go public’ pada tahun 1982 dan saham-sahamnya tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Unilever berkomitmen tinggi untuk tetap melaju dan maju bersama Indonesia. Di tahun 2017, penjualan bersih Unilever Indonesia mencapai Rp 10,8 triliun dimana HPC dan FNR bertumbuh sebessar 6,7% dan 13,1% YoY. Pada Kuartal I 2017, Unilever menutup pertumbahan Perseroan pada tingkat 8,6% YoY. Profitabilitas semakin meningkat dimana margin laba bersih naik 237 bps; dengan laba bersih lebih tinggi 24.9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Unilever memiliki sembilan pabrik yang berada di Cikarang dan Rungkut. Pada tahun 2016, seluruh pabriknya telah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Secara global, pada tahun 2010 Unilever meluncurkan Unilever Sustainable Living Plan, strategi untuk terus mengembangkan bisnisnya seraya mengurangi setengah dampak lingkungan yang ditimbulkan dan meningkatkan dampak sosial bagi masyarakat. USLP memiliki tiga tujuan utama:

  1. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan 1 milyar orang pada 2020
  2. Mengurangi setengah dari dampak lingkungan yang dihasilkan dari operasi bisnisnya pada 2030
  3. Meningkatkan penghidupan jutaan orang pada 2020

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai capaian USLP silahkan kunjungi : https://www.unilever.co.id/sustainable-living/

untuk informasi lainnya tentang Unilever Indonesia dan brand, silahkan kunjungi : www.unilever.co.id

dan aset sosial media kami, Twitter : @UnileverIDN

Facebook : Unilever ID

Youtube : Unilever Indonesia

######******######

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here