Sanggahan Piye Kabare

0
28

Jakarta,- (29/8) Menyikapi pemberitaan yang terkesan mendeskriditkan Ormas Piye Kabare sekaligus Kemal Subadha selaku Ketua Umum Piye Kabare sebagaimana yang termuat dalam kanal situs ;

  1. reportaseaceh.com/caleg-dpr-ri-dari-partai-berkarya-dituduh-kacaukan-acara-deklarasi-piye-kabare/
  2. indojayanews.com/politik/caleg-perempuan-partai-berkarya-diancam-dan-diminta-uang-belasan-juta-rupiah/
  3. indojayanews.com/politik/kasus-ancaman-dan-minta-uang-ke-caleg-partai-berkarya-diharap-tidak-menjadi-polemik/

Pada, rabu (29/8) Ormas Piye Kabare menggelar jumpa pers untuk menyanggah pemberitaan yang telah beredar tersebut. Kemal Subadha sendiri dalam keterangan persnya merasa tidak pernah berbuat seperti yang dituduhkan dalam pemberitaan itu.

“Pertama, saya tidak pernah mencemarkan nama baik Syamsiah Rahim sebagimana yang dituduhkan. Kedua, saya juga tidak pernah memaksa, memeras atau meminta uang sebesar Rp. 50 juta kepada syamsiah Rahim. Beliau sendirilah yang dalam berbagai kesempatan baik saat tatap muka, rapat-rapat dan melalui group WhatsApp yang menjanjikan akan memberikan donasi sebesar Rp. 50 juta untuk acara pelantikan pengurus Piye Kabare yang telah kami laksanakan pada 23 Agustus lalu. Karena janji Syamsiah Rahim diketahui oleh seluruh pengurus sementara, pada kenyataannya tidak ada donasi itu, banyak yang bertanya kepada saya, dikemanakan uang Rp. 50 juta itu? Tentu saja, saya jelaskan uang itu tidak ada pada saya karena sebenarnyalah: Syamsiah Rahim tidak pernah memberikan uang itu kepada Piye Kabare hanya, memberikan janji-janji saja. Nah, mungkin inilah yang dianggapnya saya telah mencemarkan nama baiknya. Dan, saya sendiri tidak mengerti, saya punya kuasa apa sehingga bisa memaksa atau berani memeras Syamsiah Rahim untuk menyerahkan uang sebesar Rp. 50 juta itu. Saya bukan ketua partai yang punya kekuasaan politik dan saya juga bukanlah pejabat penentu jalannya sebuah proyek,!” tukas Kemal, geleng-geleng kepala.

“Saya persilahkan siapapun untuk bertanya langsung kepada setiap siapa saja yang menjadi pengurus Piye Kabare yang ada dari Sabang sampai Merauke, baik yang sedang nyaleg ataupun tidak, silahkan temukan satu orang lain saja selain Syamsiah Rahim, siapa yang pernah merasa saya peras? Saya yakin tidak ada! Sangat tidak masuk akal, kenapa hanya Syamsiah Rahim yang saya peras!? Kalau saya bisa karena punya kuasa, tentulah banyak yang saya peras,!” tandas Kemal menambahkan.

Senada dengan Kemal Subadha, Wasekjend. Piye Kabare, Viggy Triregina menyatakan, “Saya siap menjadi saksi pertama kasus memalukan ini. Kasus janji-janji surga yang berbuah petaka ini! Saya pribadi masih menyimpan bukti percakapan dalam transkrip WhatsApp saya dengan Syamsiah Rahim. Ia sendirilah yang menjanjikan akan menyumbang Rp. 50 juta itu tanpa dipaksa oleh siapapun. Malah sebaliknya, Syamsiah Rahim meminta kepada saya untuk menalangi dahulu keperluan beliau sebesar sekian puluh juta rupiah. Untung saja, saya bisa menolak permintaannya secara halus. Hati kecil saya bicara, aneh orang ini, janji mau kasih kok, malah minta?”

“Sebagai bagian dari Ormas Piye Kabare, saya juga merasa dirugikan betul oleh keterangan Syamsyah Rahim yang jauh dari fakta. Mungkin dalam waktu dekat, baik secara pribadi maupun secara organisasi saya akan mensomasi Syamsiah Rahim bila tidak menyampaikan permohonan maaf dan mengklarifikasi fakta yang sebenarnya,” tukas Viggy, tegas.

——-000——

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here