Menikmati Sunset di Masjid Nurul Iman Blok M Square

0
441

Blok m square (BOMS) pusat belanja keluarga

Sebagai pusat belanja keluarga, BOMS (Blok M Square) melengkapi pelayanannya dengan keberadaan masjid Nurul Iman sebagai sarana ibadah umat islam yang sedang berpergian atau berbelanja. Berada di lantai 7 atau Top Roof BOMS, Nurul Iman sampai dengan saat ini adalah masjid terbesar yang ada di dalam pusat perbelanjaan se-Jakarta bahkan mungkin, se-Indonesia. Masjid ini juga melengkapi pelayanannya dengan siap menjadi tempat berlangsungnya Manasik Haji. Terdapat di halaman masjid replika Hijir Ismail, Maqom Ibrahim, Hajar Aswad dan tentu saja, replika Kabah.

Pengunjung yang datang, dapat berselfie disini tanpa dikenakan biaya. Atau, sekedar bersantai menikmati angin sepoi Top Roof, memandang lepas panorama langit Jakarta atau juga, menunggu adzan maghrib sambil menikmati keindahan blur jingga cakrawala sunset.

Bukan hanya unik dan artistik tetapi, banyak dari fungsi yang ada pada Top Roof BOMS yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung

Bukan hanya keberadaan masjid Nurul iman dan sarana prasarana Manasik Haji, di Top Roof BOMS juga ada lapangan futsal yang bisa dipergunakan oleh pengunjung bermain bersama keluarga. Perpaduan keunikan, art dan manfaat fungsi ornamen-ornamen bangunan yang ada di Top Roof BOMS terlihat dipadukan dengan begitu apik dan menarik, berkesan nuansa Timur Tengah dengan pilar-pilar Assyria-nya sehingga pengunjungpun banyak yang semakin enggan beranjak dan betah berlama-lama.

Setiap lantai BOMS masih menjadi magnet yang menarik kunjungan signifikan. Tampak, tanpa henti-hentinya dua buah lift senantiasa bekerja membawa pengunjung BOMS

Keberadaan fasilitas Top Roof menaikan pamor BOMS sebagai Pusat Belanja Keluarga. Selain memang, nyaris semua keperluan rumah tangga tesedia di BOMS! Mulai dari busana, barang elektronik, kosmetik, perabotan, alat olahraga, musik, mainan, kebutuhan sekolah, Carrefour Supermarket, obat dan alat kesehatan, kendaraan, perhiasan, pernak-pernik isi rumah hingga, macam ragam kuliner seperti kue subuh ataupun aneka gudeg dan F&B ternama yang bukan hanya bisa disantap ditempat tapi, bisa juga dapat dipesan atau dibawa pulang untuk bersantap sembari berhandai-handai bersama keluarga.

Meskipun ramai dikunjungi pembeli, Carrefour BOMS sukses mengelola arus sirkulasi barang dan jasa dengan apik, sehingga terkesan nyaman, aman, sejuk dan luas.

Walau BOMS merupakan pusat perbelanjaan paling ramai di seputaran Blok M dan sampai kini berhasil mempertahankan eksistensi dan pamor sebagai destinasi belanja keluarga namun sebaiknya, BOMS tetap mencermati fenomena yang terjadi belakangan ini. Fenomena ini boleh dikatakan dialami oleh hampir semua pusat perbelanjaan di ibukota yang berdekatan dengan terminal angkutan publik. Dimana, pusat-pusat perbelanjaan telah mulai ditinggalkan pengunjung.

Hanya lajur Transjakarta (Bus Way) yang tetap sibuk, sementara 5 lajur lain dengan tujuan dalam kota sudah mulai sepi ditinggalkan para pengguna transportasi publik

Seperti halnya yang telah terjadi dengan mall-mall tetangga BOMS yang telah terlihat sepi pengunjung dan mulai ditinggalkan pedagang (tenant). Apa yang terjadi dengan mall-mall tersebut bukan tidak mungkin, cepat atau lambat akan menular dan terjadi hal yang sama atas BOMS sebagai tetangga dekat. Bahkan, bukanlah hal mustahil bila penularan penurunan pengunjung bisa terjadi jauh lebih cepat dari perkiraaan. Jika, BOMS tidak memiliki inovasi, kiat dan strategi jitu untuk terus mendulang, mempertahankan dan kalau perlu meningkatkan pasokan jumlah kunjungan.

Koridor Penghubung BOMS dengan Blok M Mall yang bermuara di Terminal Bus Blok M – kini, tidak lagi dipadati barisan pengunjung seperti beberapa tahun lalu sebelum keberadaan moda Transportasi On Line

Mengamati trend penurunan pengunjung yang merata dialami oleh beberapa pusat perbelanjaan yang berdekatan dengan terminal angkutan publik dan, setelah terlebih dahulu melakukan wawancara dengan beberapa petugas mall-mall terkait, dapat ditarik analisa atas beberapa hal yang menjadi pangkal musabab penurunan pengunjung tersebut :

  1. Belanja On Line mulai menjadi trend. Pembeli tak perlu lagi secara fisik hadir di toko penjualan untuk memiliki barang yang diperlukan. Bahkan untuk belanja bulanan, mingguan ataupun harian cukup dengan pencet aplikasi yang biasanya ditanam dan telah menjadi fitur pada umumnya handphone masa kini, dalam tempo tak seberapa lama barang dan jasa apapun yang dipesan sudah ada di depan mata.
  2. Transportasi publik On Line. Terminal kedatangan pada transportasi publik konvensional tidak lagi menjadi tujuan dan transit penggunanya. Transportasi publik on line yang cepat, menyeluruh dan tersebar hingga pelosok ibukota dengan tarif angkut yang bersahabat menjadikan angkutan publik konvensional mengalami penurunan penumpang secara signifikan dan terminal transitpun menjadi sepi. Pada gilirannya, pusat-pusat perbelanjaan tidak lagi menikmati surplus kunjungan dari pengguna transportasi angkutan publik yang tengah transit.
  3. Persaingan dengan pusat-pusat perbelanjaan baru. Saat ini sedang marak pengembangan property yang berkonsep multi fungsi. Dalam satu site area terdapat pemukiman, rumah sakit, sarana olahraga, hiburan, perkantoran dan pusat perbelanjaan. Hal ini memicu pengurangan jumlah kunjungan pembeli yang berasal dari seputaran kota-kota ataupun komplek pemukiman baru.

Agung Podomoro sebagai pengelola BOMS bukan tidak melakukan banyak kiat jitu sebagaimana yang telah kita saksikan selama ini. Hanya mungkin, dapat ditambah lagi dengan langkah-langkah yang kedepannya juga memprioritaskan strategi penambahan jumlah pengunjung pada pangkal sebab terjadinya fenomena penurunan jumlah kunjungan itu sendiri agar, tak senasib dengan beberapa tempat perbelanjaan lain yang telah mengalami sindrom ‘mati segan hidup tak mau.’

Ramai selalu, BOMS sukses menjadi destinasi belanja dari dulu hingga kini

Bukan tidak mungkin, tiga hal pangkal musabab penurunan pengunjung bisa disikapi dengan strategi baru pada tiga hal yang sama pula. Misal, fitur Belanja On Line dihadapi juga dengan aplikasi on line belanja Blok M Square yang memuat macam ragam barang dan jasa yang ditawarkan para tenant BOMS.

Kelebihan aplikasi belanja yang memiliki toko penjualan secara pisik tentu dapat dirasakan langsung oleh pembeli. Atau, setidaknya BOMS bisa menjalin kerjasama dengan aplikasi belanja on line yang sudah ada.

Jalan Sultan Hasanudin samping BOMS, kedua lajur jalan ini lebarnya kurang lebih hampir 100 meter. Tampak satu bus mulai bergerak keluar dari parkiran menuju area pemukiman baru yang banyak dibangun dalam kota-kota satelit lingkar Jakarta

Kemudian, pangkal musabab dari Transportasi On Line, boleh jadi bisa dihadapi dengan kiat transportasi pula. Berdasarkan pantauan, parkiran mobil yang cukup luas yang berada di samping BOMS tepatnya, di jalan Hasanudin sudah lebih dulu dijadikan terminal bus bayangan yang melayani tujuan kompleks-kompleks pemukiman berkembang yang banyak bermunculan di kota-kota satelit ibukota. Strategi jitu ini, bisa ditingkatkan dengan memulai keberadaan bus-bus malam luar kota dibawah pengelolaan ketat managemen BOMS.

Bukankah Jakarta adalah kota Urban? Bila ada 20 unit saja bus malam luar kota tujuan kota-kota besar lain di pulau Jawa, angka penambahan pengunjung bisa dikatrol hingga 1.000 orang dengan asumsi satu unit bus berisi 50 orang. Pengguna transportasi bus malam dari dan ke BOMS selain akan diantar datang dan pergi oleh sanak keluarga biasanya juga, akan membeli macam ragam keperluan oleh-oleh untuk sanak kadang tujuan, yang mana macam ragam oleh-oleh tersebut tentunya nanti, akan banyak disediakan oleh tenant-tenant BOMS.

BOMS melengkapi sarana hiburan keluarga dengan kehadiran abadi Bioskop XXI

Terakhir pangkal musabab penurunan pengunjung adalah dari berdirinya pusat-pusat perbelanjaan baru dalam komplek property yang multi fungsi. Ini juga bisa disiasati dengan melengkapi fungsi BOMS dengan klinik kesehatan ber-BPJS ataupun penambahan sarana olahraga seperti yang ada di Aldiron Plaza dan Pasar Jaya Melawai pada masa jaya-jayanya dahulu, sarana Roller Skate dan Bowling.

Nongkrong di BOMS semakin asyik ketika senja menjelang, sajian aneka Gudeg di sepanjang lobby Mutiara BOMS mulai memajang, demi memanjakan usus perut yang mulai aduhai berdentang.

So, jangan kaget bila nanti kiat-kiat baru besutan BOMS (Blok M Square) sudah diterapkan, bukan hanya pembeli yang datang bertambah-tambah tetapi juga, semakin banyak pengunjung yang akan nongkrong asyik ciamik menikmati binar cakrawala sunset di Top Roof sembari menunggu adzan magribh berkumandang.

Untuk selanjutnya, silahkan bersama-sama mendirikan shalat berjamaah di mesjid tercinta, Nurul Iman yang unik, luas, indah dan nyaman, sebuah persembahan tulus nyata dari Blok M Square.

***********