Mayapada Hospital Ajak untuk Sedari Muda Menyiapkan Masa Tua

0
110

RS. Mayapada berdiri pada lahan terbuka hijau seluas 3,8 Ha dengan 10 lantai yang rata-rata luasnya lebih dari 1.200 meter persegi. Gedung Mayapada Hospital dibangun dengan desain arsitektur bercitarasa tinggi yang unik, modis dan modern. Jalan masuk yang bersih dan luasnya lahan parkir terbuka yang dipenuhi pepohonan yang terawat rapi membawa suasana nyaman, baik bagi pasien, pembesuk maupun pengunjung.

Baru-baru ini, Sabtu (27/4) Mayapada Hospital menggelar talkshow bertajuk “Orang Muda Peduli Lansia” dalam sebuah tema besar “Bagaimana kelak kita semua menjadi Lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin dan Taat)”. Selain itu, talkshow juga bertujuan agar yang muda menaruh peduli pada orang tuanya dan bersama Mayapada terus meningkatkan kreativitas orang tua tercinta juga, menambah wawasan orang tua dengan melakukan program pembinaan, dan mengedukasi masa depan di usia mereka yang telah lanjut.

“Menjadi lansia adalah suatu kepastian, namun, untuk menjadi lansia yg sehat itu adalah sebuah pilihan,” urai  Dokter Seila Agustini, SpS NEUROLOGIST yang hadir sebagai salah seorang Narsum Takshow. Seila menambahkan, “Ketika semakin lanjut usia, # bukan hanya fungsi motorik tubuh yang sudah tidak lagi optimal namun juga, daya pikir, dan daya ingatan juga terus tergerus atau biasa yang disebut orang dengan pikun.”

Pikun atau Dimendia biasanya mudah menghinggapi orang yang sudah berusia 65th. “Penting untuk menghambat proses pikun dengan melakukan kegiatan aktif yang disukai untuk terus melatih stimulasi mental/ kognitif seperti membaca, merajut, menulis, bermain puzzle, berkebun, bermain musik, maupun diskusi kelompok. Kegiatan stimulasi yang digemari bisa menurunkan risiko demensia/pikun sampai 50%,” terang Seila lebih lanjut.

Talkshow yang digelar oleh Mayapada Hospital kali ini bukanlah talkshow sembarang talkshow. Pasalnya, Prof.(EM) DR. Saparinah Sadeli, Guru Besar dari Universitas Indonesia kelahiran 1927 juga hadir sebagai Narsum. Beliau tampak masih cukup energik, kuat mengajar dan sudah pasti jauh dari kesan pikun. Bahkan, ingatanpun masihlah sangat tajam.

“Lansia Tangguh adalah orang dengan usia di atas 65 tahun yang tidak menjadi beban bagi keluarga, masyarakat, pemeritah dan diri sendiri. Lansia Tangguh Masih dapat melakukan banyak hal dan sanggup mempertahankan kemandiriannya. Lansia Tangguh ditunjukkan dengan kondisi yang Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin dan Taat,” papar Prof. Saparinah Sadeli.

Ketua pertama Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan, 1998-2004) Indonesia ini juga memberikan tips-tips tetap tangguh di usia lanjut. “Berjalan-jalan santai ditemani anak cucu di seputaran kompleks dan saling tegur sapa antar tetangga juga bisa menjadi obat mujarab penghilang kejenuhan emosi. Melakukan senam 10 jari tangan bergerak silih berganti dan senam 10 jari kaki juga menjadi pilihan baik untuk melatih fungsi sensor dan motorik otak.”

Bersamaan talkshow diluncurkan situs:

dunialansia.com

Tinggal klik, Situs diatas memuat macam ragam fitur yang menginformasikan seputar dunia lansia.

“Sering berkumpul dan berinteraksi dalam sebuah komunitas seperti talkshow ini dan juga bermain musik bisa menjadi pilihan aktivitas terbaik. Rajin baca buku, Al Qur’an dan berdiskusi aktif akan membuat alzheimer semakin segan mendekat. Tidak perlu risau menjadi tua. Bersiaplah sedari masih muda dan produktif. Jadilah kaum muda tangguh yang siap menyongsong hari tua yang Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat dan tidak membebani orang lain bahkan, kalau perlu tetap produktif dan mampu membantu orang lain di usia lanjut,” tutup Profesor.

¤¤¤¤¤¤[]¤¤¤¤¤¤

Tentang Mayapada Hospital dapat diklik pada di bawah ini:

Tentang Mayapada Hospital

[][][][][][][][]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here