“Jelita Sejuba” Mencintai Satria Negara di Tapal Batas Penuh Konflik, Natuna

Jelita Sejuba, Ketika Wanita Jelita dibelakang Pemanggul Senjata

0
524

XXI Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta (Hari ini, Selasa, 3/4) – Mengutip Wikipedia – wilayah Natuna masuk dalam Provinsi Kepulauan RiauIndonesia. Natuna merupakan kepulauan paling utara di selat Karimata. Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, di selatan berbatasan dengan Sumatera Selatan dan Jambi, di bagian barat dengan SingapuraMalaysiaRiau dan di bagian timur dengan Malaysia Timur dan Kalimantan Barat.

Natuna berada pada jalur pelayaran internasional HongkongJepangKorea Selatan dan Taiwan. Kabupaten ini terkenal dengan penghasil minyak dan gas. Cadangan minyak bumi Natuna diperkirakan mencapai 1,4 milyar barel, sedangkan cadangan gas bumi lebih dari 112 milyar barel. Natuna juga merupakan wilayah yang kaya dengan habitat ikan Napoleon.

“Natuna, wilayah kita yang tak jauh dari Vietnam dan Malaysia. Sebagai Sutradara, saya bangga diajak oleh Bu Kris (Sebutan akrab Produser Jelita Sejuba) untuk bersama menggali cerita dari Natuna yang sangat kental dengan budaya dan bahasa Melayunya. Saya terinspirasi sang oma yang sangat setia merangkul cintanya dengan opa. Saat menerima skenario dari mas Jujur, saya bangga dan senang karena kekolotan dia dalam menulis dimana romantis tempo dulu alias cinta klasik dieksplore habis-habisan dalam film komersil pertama saya ini. Natuna dengan pesisir Sejuba-nya yang ditinggali oleh mayoritas nelayan melayu sekaligus petani cengkeh menjadi komponen bangsa yang unik untuk dieksplore. Apalagi setelah saya tahu bahwa, jalur sutera-nya laksamana Cheng Ho juga melintasi perairan Natuna. Bahkan, banyak kapal-kapal karam di masa lalu di sekitat perairan Natuna, tidak jauh dari Anambas offshore. Saya jatuh cinta dengan Melayu di Natuna yang memiliki seni musik dan tari berbalut religi. Belum lagi, kulinernya khasnya yang gurih dengan masakan gurita berbumbu lada hitam yang bisa dimakan mentah dan mudah ditangkap saat pesisir Sejuba surut,” ungkap Ray Nayoan selaku Sutradara Jelita Sejuba ditemani Kiki Firdaus seorang warga lokal yang banyak membantu Ray selama proses pembuatan film berlangsung. Kiki Firdaus turut membintangi film ini dan berperan sebagai Astrada.

Natuna yang strategis dan kaya mineral, juga hasil laut ditambah perkebunan yang subur menjadi tantangan tersendiri bagi stabilitas Wawasan Ketahanan Nasional karena menjadi daya tarik yang cukup besar untuk banyak negara ikut campur tanpa diundang

“Sepanjang film, banyak kami gunakan percakapan dalam bahasa Melayu Ranai yang dimengerti oleh semua orang di Natuna. Film juga mencantumkan terjemahan bahasa Indonesia pada bagian-bagian yang sulit dimengerti,” tambah Ray yang juga jebolan studi kajian film di University of Western Ontario, Kanada.

Bu Kris Produser Jelita Sejuba berpose depan Flyer Film besutannya

Sementara itu, sebagai executive producer, Krisnawati yang akrab disapa Bu Kris memaparkan, “Saat ada Latgab di Natuna dan saya berkesempatan hadir, saya menyaksikan 4 orang sahabat saya meninggal dari tim Arhanud para kusuma bangsa itu meninggalkan isteri-isteri mereka. Sebagai sesama wanita, tentu saja saya ikut merasakan kepedihan itu. Janda para prajurit Anumerta itu, Laiknya Saripah simbol ketegaran wanita yang bersabar walau ditinggal selamanya oleh sang suami. Dan hari ini, ultah Persit ke-72 peluncuran Jelita Sejuba ibarat surat cinta dimana, dalam film ini, wanita sebagai isteri prajurit menjadi panutan isteri lainnya. Saya telah menjadi warga Natuna dengan membeli lahan yang ada batu Cinta di daerah pesisir Sejuba. Film ini adalah perspektif saya tentang bela negara.” Tutur Bu Kris, penuh keharuan.

http://www.infodanproduk.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180403-WA0019.jpgKeteguhan istri prajurit yang suaminya bertugas membela negara dituangkan penuh keharuan dalam film Jelita Sejuba (Mencintai Kesatria Negara). Sinema besutan rumah produksi Drelin Amagra Pictures ini akan tayang diseluruh jaringan bioskop tanah air mulai 5 April 2018.

Tokoh utama film adalah Sharifah yang diperankan aktris Putri Marino. Perempuan lugu yang dikisahkan berasal dari Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, itu adalah istri seorang tentara bernama Jaka yang diperankan Wafda Saifan Lubis. Ia dengan segala resikonya berani meraih tantangan menjadi isteri tentara yang sangat jelita mendampingi sang suami bertugas untuk NKRI.

Selain Putri dan Wafda, film turut dibintangi Nena Rosier, Yukio, Aldi Maldini, Yayu Unru, Abigail, Mutiara Sofya, dan aktor lokal Natuna bernama Harlan Kasman. .

“Saat syuting saya belum menikah dan mengeksplor pasangan lainnya termasuk ibu-ibu persit sehingga saya merasa percaya diri untuk berperan sebagai Syarifah,” jelas Putri Marino.

Film sarat keharuan ini layak menjadi inspirasi dan sumber motivasi bagi putera-puteri bangsa, kini dan masa yang akan datang.

©©©©©©|||||©©©©©©

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here