Gorontalo, Jogya & NTB Jawara Antar Master Oleh-oleh Blue Band 2017

0
556

Jakarta, 14 Desember 2017 – Setelah melewati proses seleksi dan penjurian ketat, Blue Band Master Oleh-oleh 2017 persembahan Unilever Food Solutions (UFS) di pelaksanaan yang kedua kalinya ini, mengumumkan tiga kreasi oleh-oleh terbaik se-Indonesia.

Sorghum Cookies kreasi Yant Healthy (Nusa Tenggara Barat), Roti Ontbijtkoek Gula Jawa Toko Roti Djakarta (Yogyakarta), dan Pia Karawo Cafesera (Gorontalo) berhasil menyisihkan lebih dari 5.000-an peserta lainnya. Para pemenang dipilih berdasarkan beberapa aspek diantaranya teknik pembuatan, keunikan, rasa dan rupa, kemasan dan ketahanan produk, nilai-nilai budaya lokal, juga legalitas.

Thomas Agus Pamudji selaku Managing Director Unilever Food Solution PT Unilever Indonesia Tbk menyatakan, “Kami sangat gembira melihat tingginya antusiasme pelaku industri pastry dan bakery terhadap kompetisi ini. Tahun ini terdapat 5.145 kreasi oleh-oleh dari 34 propinsi di Indonesia yang ikut serta berkompetisi memperebutkan gelar Master Oleh-oleh 2017. Jumlah ini meningkat lebih dari 50% dibanding tahun lalu. Partisipasi dari masyarakat juga tinggi lewat website www.masteroleholeh.com dan sms, dimana terkumpul sebanyak 100.625 dukungan yang diberikan kepada oleh-oleh favorit mereka. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap industri pastry dan bakery, dalam hal ini oleh-oleh, masih sangat tinggi.”

Triawan Munaf dalam sebuah kesempatan (ideaonline.co.id)

Triawan MunafKepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) mengungkapkan, “BEKRAF menyambut baik inisiatif Unilever Food Solutions (UFS) dalam menginspirasi dan memberdayakan para pelaku industri pastry dan bakery melalui kompetisi ini, yang sejalan dengan komitmen BEKRAF dalam mendukung kemajuan ekonomi kreatif, salah satunya sub sektor kuliner. Sub sektor kuliner memberikan kontribusi yang cukup besar, yaitu 41,69% dari total pendapatan sektor ekonomi kreatif. Kompetisi Blue Band Master Oleh-oleh telah mengangkat beragam kreasi oleh-oleh yang unik, inovatif, dan sarat akan unsur lokal yang selama ini luput dari pandangan kita.”

Proses penjurian Blue Band Master Oleh-oleh 2017 diadakan selama 3 hari, yaitu pada 29 dan 30 November untuk penjurian tingkat propinsi dan 8 Desember untuk penjurian tingkat nasional. Dewan juri yang memberikan penilaian di antaranya adalah Fadjar Hutomo selaku Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Chef Rahmat Kusnedi selaku Pastry Chef dan President of Indonesian Pastry Alliance, Vita Datau selaku Ketua Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) dan perwakilan dari Tim Chef UFS. Para juri menilai ketiga pemenang nasional Blue Band Master Oleh-Oleh 2017 telah memenuhi semua aspek yang diutamakan.

Toko Roti Djakarta dari Yogyakarta dengan kreasi oleh-oleh Roti Ontbijtkoek Gula Jawa memadupadankan resep tradisional dengan gula jawa yang sangat khas Indonesia pada kue yang awalnya dikenal sebagai ‘kue sarapan pagi’ orang Belanda.

Toko buah tangan Cafesera dari Gorontalo dengan kreasi oleh-oleh Pia Karawo memanfaatkan kelapa yang menjadi ciri khas kuliner kota Gorontalo dan berkreasi mengaplikasikan motif sulaman Karawo pada permukaan pia sebagai ciri khas pia Karawo.

Sementara Yant Healthy dari Nusa Tenggara Barat dengan kreasi oleh-oleh Sorghum Cookies mampu memanfaatkan tepung sorghum sebagai bahan lokal, yang tidak hanya mampu mengangkat identitas daerah namun juga memiliki banyak manfaat dari sisi kesehatan.

Sebagai salah satu anggota dewan juri, Vita Datau selaku Presiden Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) dan sekaligus Juri Blue Band Master Oleh-oleh 2017 menambahkan, “Saya sangat apresiasi kreativitas dan inovasi dari para peserta Blue Band Master Oleh-Oleh dalam mengangkat unsur lokal dan budaya setempat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya peserta yang mengaplikasikan unsur budaya asal propinsi mereka dengan kreasi oleh-oleh. Setiap kreasi oleh-oleh harus memiliki sebuah cerita yang menarik dan khas sebagai nilai jual. Kombinasi antara budaya dan kuliner inilah yang mampu dipadupadankan dengan baik oleh para peserta Blue Band Master Oleh-Oleh 2017, yang membuat kompetisi ini menjadi semakin menarik dan kompetitif.

“Dengan banyaknya penggunaan bahan lokal yang masuk tahun ini, terdapat beberapa poin yang dapat diberikan sebagai masukan bagi para peserta untuk mengembangkan bisnis oleh-oleh mereka. Salah satu contoh, cara pengolahan bahan pada salah satu kreasi oleh-oleh yang sebetulnya bisa tahan lebih lama apabila diproses dengan teknik slow baking. Selain teknik pengolahan, pemilihan kemasan yang unik dan menarik juga merupakan salah satu yang krusial, karena dapat memberikan nilai tambah, kemasan yang berkualitas pun akan membuat daya tahan oleh-oleh menjadi semakin lama,” tambah Chef Rahmat Kusnedi, selaku Pastry Chef dan President of Indonesia Pastry Alliance sekaligus Juri Blue Band Master Oleh-oleh 2017.

Galeri Foto aneka resep dari para peserta lomba Blue Band Master Oleh-oleh 2017

“UFS akan terus melanjutkan komitmen Unilever Sustainable Living Plan (USLP) untuk memberikan penghidupan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya para pelaku industri pastry dan bakery melalui kompetisi ini. Salah satunya dengan berkolaborasi dengan Pesona Nusantara, e-commerce yang khusus menjual produk oleh-oleh, yang memungkinkan para peserta untuk menjual dan promosikan kreasi terbaiknya ke seluruh Indonesia. UFS juga akan memfasilitasi pelatihan bagi para peserta yang dinilai memiliki potensi untuk semakin mengembangkan bisnisnya, sebagai salah satu apresiasi bagi para peserta. Sampai jumpa di Blue Band Master Oleh-Oleh tahun berikutnya ya!,“ pungkas Thomas.

Juara 1, Pia Karawo, khas Gorontalo dari Toko Cafesera milik Ellyanti Phandeirot

“Saya sangat bersyukur dan gembira karena terpilih jadi pemenang pertama Blue Band Master Oleh-oleh 2017. Pia Karawo memang kami ciptakan sebagai pia yang khas Gorontalo dengan motif sulaman Karawo di atas permukaan pia. Kami juga menggunakan bahan kelapa yang juga menjadi ciri khas kuliner Gorontalo. Untuk kemasan pun, kami permanis dengan daun kelapa yang biasanya dibuang. Semoga setelah menjadi Master Oleh-oleh 2017, semakin banyak orang yang mengenal Pia Karawo dan juga budaya Gorontalo, dan usaha Cafesera dapat semakin berkembang ke depannya.” – Ellyanti Phandeirot

Juara 2, Roti Ontbijtkoek Gula Jawa khas Yogyakarta dari Toko Roti Djakarta milik Andreas Purwanto

“Memenangkan kompetisi Blue Band Master Oleh-oleh 2017 merupakan sebuah prestasi yang sangat berarti bagi Toko Roti Jakarta yang berdiri sejak tahun 1924, dengan Roti Ontbijtkoek sebagai roti andalannya. Roti ini sangat legendaris karena dibuat dari campuran gula Jawa dan kayu manis serta resep tradisional. Resep turun-temurun sebenarnya tidak menggunakan gula Jawa, namun kami terinspirasi dari para petani gula Jawa dan petani kacang tanah sebagai bahan utama dalam pembuatan Roti Ontbijtkoek. Kami berharap dapat membantu petani lokal di Yogyakarta dengan menggunakan gula Jawa dalam kreasi oleh-oleh kami.” – Andreas Purwanto

Juara 3, Sorghum Cookies khas Nusa Tenggara Barat dari gerai Yant Healthy milik Nurrahmi Yanti

“Terpilih jadi salah satu tiga pemenang nasional Blue Band Master Oleh-oleh 2017 benar-benar kejutan buat saya. Senang sekali kreasi oleh-oleh Sorghum dinilai sebagi oleh-oleh yang menjanjikan. Yant Healthy Cookies ini dibuat dari sorghum, tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan dan bahan baku industri. Cookies ini merupakan sebuah terobosan baru, olah pangan lokal asli dari Lombok yang 100% terbuat dari sorghum dan punya daya simpan cukup lama. Semoga setelah ini Yant Healthy Cookies semakin luas dikenal masyarakat hingga luar Lombok.” – Nurrahmi Yanti

 

*********####********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here