Gelar Kompetisi ‘Ngulik Rasa’, Unilever Food Solutions Bangkitkan Tiga Jenis Fusion Kuliner Milenial, Khas Indonesia!

0
58

Jakarta,– Adakan Kompetisi ‘Ngulik Rasa’ , Unilever Indonesia belum lama ini (21/9) membangkitkan kreativitas pebisnis kuliner Indonesia dalam menciptakan kreasi fusion dari makanan khas Indonesia yang tengah digemari anak muda milenial. Lebih dari 2.900 pebisnis kuliner dari seluruh Indonesia telah tertantang untuk memberikan sentuhan fusion pada tiga kategori masakan yaitu;

  • Sate

  • Soto

  • Nasi Goreng

Joy Tarigan, Managing Director Unilever Food Solutions menjelaskan, “Kompetisi ‘Ngulik Rasa’ ini merupakan sebuah kompetisi yang unik, yang kami ciptakan sebagai wadah bagi para chef dan pebisnis kuliner untuk berkreasi menciptakan fusion food untuk memberi warna baru dalam industri kuliner Indonesia serta memenuhi kebutuhan dari konsumen milenial yang kini mendominasi populasi. Menurut laporan dari Euromonitor, 52,5% millennial Indonesia menikmati makan di luar rumah 3x seminggu sementara riset Unilever Food Solutions Asia Tenggara mengungkapkan, era globalisasi membuat milenial terpapar dengan banyak hal yang baru, termasuk dalam hal kuliner, salah satunya fusion food yang menjadi salah satu tren kuliner. Didorong tren ini, para pebisnis kuliner dituntut untuk terus berinovasi membuat kreasi yang berbeda dan dapat memikat para millenial. Unilever Food Solutions (UFS) berupaya memfasilitasi kebutuhan tersebut melalui kompetisi Ngulik Rasa dan juga varian produk UFS yang lengkap.

Ki-Ka-Chef-Bambang-Nurianto-Joy-Tarigan-Chef-Yuda-Bustara-Geminta-Pasaribu-Rex-Marindo

Dalam sambutan pembukaannya, Chef Bambang Nurianto, Ketua Perkumpulan Chef Profesional Indonesia juga menambahkan, “Kompetisi ‘Ngulik Rasa’ ini memberikan kesempatan bagi para chef dan pebisnis kuliner untuk mengasah kreativitas mereka, dan memunculkan ide masakan unik dan baru, bagi dunia kuliner tanpa meninggalkan rasa khas Indonesia. Hal ini juga sesuai dengan visi dan misi PCPI sebagai pengerak dalam mengangkat kuliner indonesia jauh lebih tinggi dan makin dikenal ke dunia internasional. Saya harap, dengan semangat mereka, masa depan kuliner Indonesia akan semakin berkembang.”

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor kuliner telah berkontribusi sebesar 41,69% terhadap produk domestik bruto (PDB) Ekonomi Kreatif pada tahun 2016, sementara Badan Ekonomi Kreatif dalam surveynya juga menunjukkan bahwa sektor kuliner memiliki kontribusi paling besar dibandingkan sektor lainnya. Angka ini merupakan angka tertinggi dibandingkan sektor lainnya1. Dengan fakta ini, tidak dapat dipungkiri bahwa, saat ini, banyak bisnis kuliner yang berlomba-lomba untuk menarik perhatian konsumennya yang sebagian besar merupakan milenial.

Chef Yuda Bustara, Celebrity Chef, salah satu juri dalam kompetisi ‘Ngulik Rasa’ menanggapi, “Pasar milenial sendiri cukup menantang untuk ditembus lantaran mereka selalu ingin mencoba sesuatu yang baru, sehingga sebagai chef maupun pebisnis kuliner, kita harus harus pintar berinovasi dalam menciptakan rasa dan menu baru. Saat menjadi juri ‘Ngulik Rasa’, saya kagum melihat banyak kreasi fusion para peserta yang unik dan menarik. Mereka mampu memberikan sentuhan unik pada makanan bercita rasa khas Indonesia, dan memberikan warna baru pada masakan tersebut dengan gaya masing-masing, karena itulah fusion food

Data Statsitk dan Hasil Survei Khusus Ekonomi Kreatif, BEKRAF, https://www.bekraf.go.id/berita/page/21/data-statistik-dan-hasil-survei-khusus-ekonomi-kreatif

Sesungguhnya. Mengombinasikan satu jenis masakan khas Indonesia, dengan masakan lain baik dari Indonesia atau dari negara lain, dan menciptakan kreasi masakan baru yang belum pernah ada sebelumnya.”

Rex Marindo, Founder of CRP Group (Upnormal Coffee & Bakso Boedjangan) & Founder Foodizz.id – The First F&B Education Platform in Indonesia, menambahkan tentang aspek bisnis dari industri kuliner, “Pertumbuhan milenial secara tidak langsung mendorong pebisnis untuk terus berinovasi dan berani mencoba hal baru, apalagi di industri kuliner yang begitu beragam. Namun, mereka juga harus konsisten memperdalam ilmu agar dapat terus mengembangkan bisnis yang dikelola. Kemampuan mereka dalam memasak dan berkreasi menciptakan fusion food, harus dibarengi dengan kemampuan untuk memasarkan termasuk digital marketing, mengelola bisnis, juga berinovasi memberikan layanan ataupun pengalaman baru yang menarik perhatian para konsumen, dan menjaga loyalitas konsumen.”

Juri dan juga para pemenang Kompetisi ‘Ngulik Rasa’

Kompetisi ‘Ngulik Rasa menghadirkan beberapa juri, diantaranya Gemita Pasaribu, Country Marketing Manager Unilever Food Solutions Indonesia; Gungun Chandra Handayana, Executive Chef Unilever Food Solutions Indonesia; Chef Bambang Nurianto, Ketua Perkumpulan Chef Profesional Indonesia; serta Chef Yuda Bustara. Pendaftaran telah dibuka sejak 1 September – 31 Oktober 2019. Para juri memilih 15 finalis (5 finalis untuk setiap kategori), dari lebih dari 2.900 peserta si Indonesia untuk melakukan final cook-off di Jakarta.

Para peserta yang memasuki babak final kemudian diadu untuk memasak hasil kreasi masing-masing secara langsung di hadapan para juri kompetisi ‘Ngulik Rasa’. Dari babak final, terpilih 1 pemenang untuk setiap kategori, yaitu:

  • Eka, dari Karunia Bumbu Pawon asal Lamongan, Jawa Timur – Pemenang Kategori Soto dengan kreasi Soto Seafood Lamongan Koya Telur Asin
  • Fabian Budi Seputro dari Sate Ratu asal Sleman, DI Yogyakata – Pemenang Kategori Sate dengan kreasi Sate Kanak
  • Gozali dari Gozali Catering asal Balikpapan, Kalimantan Timur – Pemenang Kategori Nasi Goreng dengan kreasi Nasi Goreng Borneo

Masing-masing pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 50.000.000,- serta memberikan workshop digital marketing bagi para peserta dari Foodizz.id, “Kami berharap kompetisi dan workshop ini dapat memberikan nilai tambah dari rangkaian produk UFS terutama kategori savory, mendukung pengembangan bisnis kuliner yang berkelanjutan di tengah tren fusion food di kalangan milenial Indonesia,” tutup Joy.

-□●○○●□ –

PT Unilever Indonesia, Tbk

PT Unilever Indonesia Tbk telah beroperasi sejak tahun 1933 dan telah menjadi perusahaan Fast Moving Consumer Goods terdepan di pasar Indonesia. Unilever Indonesia memiliki 42 brand yang terbagi dalam 2 segmen usaha; Home & Personal Care (“HPC”) dan Foods & Refreshment (“F&R”). Unilever Indonesia telah ‘go public’ pada tahun 1982 dan saham-sahamnya tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Unilever berkomitmen tinggi untuk tetap melaju dan maju bersama Indonesia. Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2019, penjualan bersih Unilever Indonesia mencapai Rp 32,4 triliun terdiri dari penjualan HPC dan F&R masing-masing sebesar Rp 22,4 triliun dan Rp 10 triliun. Sedangkan laba bersih Perseroan mencapai Rp 5,5 triliun.

Unilever memiliki sembilan pabrik yang berada di Cikarang dan Rungkut, kesembilan pabrik tersebut telah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Secara global, pada tahun 2010 Unilever meluncurkan Unilever Sustainable Living Plan, strategi untuk terus mengembangkan bisnisnya seraya mengurangi setengah dampak lingkungan yang ditimbulkan dan meningkatkan dampak sosial bagi masyarakat. USLP memiliki tiga tujuan utama:

  1. Meningkatkan kesehatan 1 milyar orang pada 2020
  2. Mengurangi setengah dari dampak lingkungan yang dihasilkan dari operasi bisnisnya pada 2030
  3. Meningkatkan penghidupan jutaan orang pada 2020

 

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai capaian USLP silahkan kunjungi: https://www.unilever.co.id/sustainable-living/ dan untuk informasi lainnya tentang Unilever Indonesia dan brand, silahkan kunjungi www.unilever.co.id dan aset sosial media kami, Twitter dan Instagram @UnileverIDN, Facebook Unilever ID dan Youtube Unilever Indonesia

 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
PT Unilever Indonesia, Tbk Ogilvy Indonesia
Adisty Nilasari Maya Novita
Media Relations Manager Account Manager
Tel : +6221 8082 7000 Tel : +6221 2924 3000
Fax: +6221 8082 7002
E-mail: adisty.nilasari@unilever.com E-mail: maya.novita@ogilvy.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here