Film “Selembar Itu Berarti” Inspirator & Motivator #GantiNasib!

0
357

Dedy Arliansyah Siregar sukses membesut Film Nasional yang mengambil sekelumit cerita dari blantika pendidikan Indonesia. Film bertitel “Selembar Itu Berarti” mengingatkan kita semua bahwa pendidikan itu sangat penting namun, dengan Pendidikan Dasar yang gratis berbasis BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan Bantuan Opersional Pendidikan) masih menyisakan satu persoalan, untuk anak-anak yang kurang beruntung, dhuafa, yatim dan piatu, mereka menghadapi dilema “Sekolah bisa tapi makan tak bisa!”

Film ‘Selembar Itu Berarti’  mengangkat tema tentang kondisi yang dialami oleh dua orang kakak beradik, Putri dan Diaz, dalam perjuangan bertahan hidup setelah ditinggalkan oleh kedua orangtuanya. Keduanya mengejar mimpi untuk dapat menyelesaikan pendidikan meski untuk menulis pun mereka harus mengumpulkan kertas bekas.

Awal scene terlihat jelas lembaran buku tulis menjadi penting.  “Selembar halaman yang penuh tulisan itu adalah ilmu sehingga, sangat berharga! Sementara, halaman yang kosong dan putih adalah tempat untuk menulis ilmu,” tukas Diaz kepada kakaknya Puteri.

Film ini didukung oleh sederetan talenta muda berbakat seperti Puteri Dalilah Siagian, Raihan F Valendaz, Yessica T Simanjuntak, Ratu Rizka Apriyani bersama dengan Cut Indah Rizky, Raslinna Rasyidin, Jay Wijayanto, aktor senior Anwar Fuadi, Suparti, NurAisyah Nasution, Ciphoy dan lainnya.

Dedi selain sebagai Sutradara juga mendominasi hampir semua lini produksi. Sebagai penulis skenario, doP, artistik, kostum sampai editor ia kerjakan sendiri. Tak pelak Museum Rekor Indonesia mengganjarnya dengan Rekor MURI kategori film dengan 18 jabatan untuk sebuah film, “Saya idealis dan belum menemukan orang yang sevisi atau pas untuk kerja bareng di film perdana ini,” tilas Dedy saat menerima penganugerahan rekor.

Menarik,  beberapa bulan sebelum tayang di bioskop sudah keliling ke hampir semua kota dan kabupaten di Sumatera Utara yang rata-rata anak sekolah dengan tiket dibandrol Rp.8.000-Rp.12.000 sehingga yang terkumpul sudah hampir 2M sementara bujet produksi film perdana saya ini hanya 1M saja,” papar Dedy

Ternyata,  meski rampung, kerja rangkap jabatan itu masih menyisakan bolong disana sini secara sinematografis namun, secara awam tetap saja pesannya sampai dengan kuat hingga mampu membius penonton untuk terhanyut dengan alur cerita yang mengharukan.

Saat prescon, Kak Seto (Ketua KPAI) meminta pihak ekhsibitors agar bisa memberikan layar sebanyak-banyaknya agar film ini bisa memberi manfaat tentang pentingnya kewajiban belajar,  “Saya dulunya adalah pengasong,  kuli pasar dan kerja serabutan lainnya sehingga tidak saja film ini wajib ditonton oleh semua pihak keluarga Indonesia tapi saya juga akan mengajak anak-anak dan keluarga. Untuk itu bagi yang berkompoten agar memberi kesempatan kepada film anak-anak seperti ini dapat ditonton olen banyak pihak, “papar Kak Seto mantab.

Kamis hari ini, 24 Mei menjadi sebuah kesempatan bersama untuk menyaksikan film yang begitu inspiratif dan mampu melecut motivasi untuk maju bagi setiap anak Indonesia melalui bersekolah. Apapun kondisi, keadaan serta keberadaan anak-anak Indonesia, bersekolah telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pencapaian masa depan yang lebih cerah!

IG: @selembarituberarti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here