DO[S]A, Pas di Valentine’s Day, Siap Tayang! Kolaborasi Sineas Indonesia Malaysia dan Singapura

INTRIK HITAM KELAM BERBALUT MORAL - Film Miniseri terbaik Persembahan AN ASTRO ORIGINAL SERIES Kolaborasi sineas papan atas Indonesia - Malaysia - Singapura

0
1220
‘Khianat’, ‘Tamak’, ‘Nafsu’, ‘Dengki’, ‘Derhaka’, ‘Fitnah’, ‘Munafik’ dan ‘Fitnah’. DO[S]A sarat dengan babak-babak yang mendebarkan, aksi suspen yang ganas. Namun begitu, D[O]SA diselingi pergolakan emosi, pengorbanan, ikatan kekeluargaan serta bibit percintaan. Karya ini adalah kerjasama di antara Astro, Arie Zaharie Production dan Capitol Entertainment Production (produksi dari Indonesia).

Bertepatan dengan Hari Valentine (Valentine’s Day) Astro mempersembahkan mini seri yang mulai tayang 14 Februari mendatang berkonsep ‘on demand‘ di platform digital Astro GO di Astro First saluran 480 dan platform NJOI.

DO[S]A adalah karya perdana Nusantara ‘An Astro Original Series’ yang dibandrol seharga RM 19.10 (termasuk 6% GST), penonton dapat menikmati ke-delapan episode (berdurasi satu jam untuk tiap episode).

DO[S]A adalah sinergi dari Malaysia dan Indonesia yang menggabungkan Saniboey Mohd Ismail dan Salman Aristo, duo penulis skenario kawakan, apalagi untuk cerita yang sarat dengan konflik, keduanya sangat jarang ada bandingnya. Salman, satu nama yang cukup disegani di Indonesia sebagai penulis skrip untuk karya-karya box office seperti ‘Ayat-Ayat Cinta’, ‘Laskar Pelangi’, ‘Garuda di Dadaku’ dan ‘Sang Penari’.

Pencapaian terkini Salman adalah di Festival Film Indonesia 2016 yang mana beliau telah dinobatkan sebagai Penulis Terbaik untuk filmAthirah’. Turut sama terlibat sebagai penulis skrip untuk karya ini adalah saudara M Rino Sarjono.

Apalagi Sutradara terbaik FFI 2011 yakni Ifa Isfansyah turut membesut film karya emas ini. Ifa Isfansyah juga yang menyutradarai ‘Sang Penari’, ‘Garuda Di Dadaku’ dan ‘Pendekar Tongkat Emas’. Ifa didampingi oleh DOP kondang Yadi Sugandi yang melahirkan gambar-gambar yang mempesona di karya-karya seperti ‘Ada Apa Dengan Cinta 2’, ‘Laskar Pelangi’, ‘Sang Penari’, ‘Darah Garuda’ dan banyak lagi.

Selain itu, ia turut menampilkan Cecep Arif Rahman sebagai Pengarah Koreografi adegan aksi untuk melatih dan mempersiapkan para aktor dan aktris dengan disiplin silat dan koreografi seni dalam beladiri. Cecep sebelum ini dikenali terlibat dalam film Indonesia ‘The Raid: Berandal’. DO[S]A juga bertabur bintang gabungan tiga negara yakni Malaysia, Indonesia dan Singapura bagi menggerakkan setiap peran dalam jalan cerita. Nama-nama yang terlibat adalah seperti Dato’ M.Nasir, Remy Ishak dan Daniella Sya dari Malaysia, Ashraf Sinclair, Roy Marten, Maudy Koesnaedi, Hannah Al Rashid, Reuben Elishama dan Tegar Satrya dari Indonesia, serta Shenty Feliziana dan Hisyam Hamid dari Singapura.

Adapun judul tiap episode adalah; ‘Khianat’, ‘Tamak’, ‘Nafsu’, ‘Dengki’, ‘Durhaka’, ‘Fitnah’, ‘Munafik’ dan ‘Fitnah’ yang bersumber pada tagline DO[S]A, “Niat Tidak Menghalalkan segala Cara”.

DO[S]A sarat dengan adegan yang mendebarkan, aksi mengejutkan dan ganas. Namun begitu, pada masa yang sama turut diapit dengan pergolakan emosi, pengorbanan, ikatan kekeluargaan serta bibit percintaan. Kerjasama di antara Astro, Arie Zaharie Production dan Capitol Entertainment Production (produksi dari Indonesia).

Waktu syuting berlangsung selama 58 hari, dari bulan Julai 2017 hingga September 2017. Lokasi penggambaran rata-ratanya dilaksanakan di Jakarta Timur dan Jakarta Barat, Indonesia (sekitar 90% jumlah shooting days di Indonesia) dan selebihnya di Malaysia termasuklah di lokasi-lokasi utama sekitar Kuala Lumpur, Kampung Baru, Klang and Putrajaya. DO[S]A juga akan memasuki pasar Indonesia dalam platform OTT (Over-The-Top); Tribe Indonesia dan di saluran Astro Citra dalam waktu terdekat ini.

Sementara itu DATO’ KHAIRUL ANWAR SALLEH berucap bahwa, “Sejujurnya, saya berasa cukup terhenyak dengan karya DO[S]A ini karana, ia merupakan kerjasama premium Astro yang melibatkan MalaysiaIndonesia – Singapura dalam melahirkan siri original Nusantara premium eksklusif dan istimewa untuk tontonan khalayak ramai. DO[S]A turut merupakan karya pertama Nusantara yang kami tampilkan dalam slot An Astro Original Series.”

Sebelum ini, Astro telah sukses pada beberapa proyek ambisius yang menembus pasaran nusantara seperti ‘3 A.M. Bangkok Ghost Stories’ dengan pihak produser dari negara Thailand, film horor bertajuk ‘Door’ dengan produser Filipina, serta ‘Cinta Paling Agung’ dan ‘Polis Evo2’ bekerjasama dengan sineas-sineas Indonesia. Pada masa yang sama, film-film terbitan Astro seperti ‘The Journey’ turut menarik minat pemain industri dari luar negeri untuk diadaptasikan bagi siaran di negara masing-masing. Ini secara tidak langsung memberi indikasi bahawa karya terbitan Astro diterima masyarakat ramai, baik audiens dari dalam maupun mancanegara.

Melihat akan kesuksesan yang diraih pasca mega kolaborasi-kolaborasi  yang dilaksanakan selama ini, kedepan Astro akan terus melahirkan banyak lagi sekuel-sekuel hebat untuk bisa menghibur dan memuaskan pemirsa. Tak lama lagi, Astro juga akan merilis film, ‘Sembilan’, sebuah lagi miniseri original gandingan MalaysiaIndonesia yang bakal menjumpai para penonton pada akhir tahun ini. Naskhah bergenre horror ini akan memulai produksi pada bulan Mei 2018.

Di Malaysia sendiri karya besutan sineas-sineas kawakan tiga negara ini mendapat sambutan luar biasa. DO[S]A berhasil membuktikan diri bukan sebagai karya sineas biasa.

Jalan ceritanya memang ‘diluar dari kebiasaan’ ditunjang oleh kekompakan dan semangat berbagi ilmu dan pengalaman antar kru yang terlibat. Hal ini menambah kekuatan yang dibawa oleh film D[O]SA. Tidak berlebihan, kiranya D[O]SA dapat disejajarkan dengan deretan mini serie kelas atas besutan Hollywood.

Belum lagi penyematan visual efek khusus canggih pada aspek sinematografi yang dipersembahkan DO[S]A mampu membuat penonton terhenyak. DO[S]A dilengkapi dengan adegan action yang mendebarkan, pergelutan, drama, khianat dan dendam kesumat. D[O]SA layak dibukukan sebagai karya terbaik besutan sineas-sineas terbaik tiga negara dalam masa millenium ini.

********[]*******

SINOPSIS “DO[S]A” (versi bahasa Melayu)

DO[S]A mengisahkan tentang empat beradik dibesarkan oleh bapa tunggal mereka, Latif (Dato’ M. Nasir), dengan nilai-nilai kesederhanaan, pegangan agama yang kuat, dan disiplin persilatan. Fuad (Ashraf Sinclair), Farid (Remy Ishak), Fahad (Hisham Hamid), dan Fara (Shenty Feliziana) hidup bersama bapa mereka dipelusuk paling sunyi Kampung Baru, Kuala Lumpur. Di situ, mereka menjalani kehidupan hampir tersembunyi daripada masyarakat, berlatih ilmu persilatan hari demi hari. Seolah-olah bersiap-siaga untuk menghadapi sesuatu. Rungutan mereka, terutama daripada Fara yang semakin memberontak langsung tidak diendahkan oleh bapa mereka. Rutin harian yang memerlukan adik-beradik ini bertumbuk, bertendang dan berhayun parang sesama sendiri akhirnya turut mewujudkan ketegangan di antara mereka di luar gelanggang.

Perhubungan keluarga ini semakin bergolak apabila Fara berkenalan dengan seorang lelaki Indonesia, Arian (Reuben Elishama), yang tiba dari Jakarta semata-mata untuk berjumpa dengan Latif. Dalam usaha Arian melembutkan hati Fara untuk membawanya bertemu dengan Latif, mereka menjadi semakin rapat. Menyedari akan hal ini, abang sulung Fara, Fuad yang seolah-olah mengetahui tujuan Arian mencari Latif menghalang Fara untuk terus bertemu dengan Arian. Fuad kemudian bertindak mengusir Arian pulang ke Jakarta. Menjanjikan bahawa Latif tidak mahu lagi ada kaitan dengan ‘orang-orang seperti Arian’.

Berang dengan tindakan Fuad, Fara bertindak mengekori Arian ke Jakarta, tanpa mengetahui bahaya yang menanti dirinya di situ. Sebaik sahaja Fara keluar daripada pintu ketibaan di lapangan terbang Jakarta, dia terus diculik, dihumban ke dalam van, lalu dikurung di dalam sebuah gudang.

Tidak mengetahui nasib adik mereka, Fuad, Farid dan Fahad dihantar Latif ke Jakarta untuk membawa adik mereka pulang. Di sana, ketiga-tiga beradik itu sering mendapati diri mereka diserang tanpa sebab yang pasti, sekaligus memaksa mereka untuk mempertahankan diri di dalam pertempuran-pertempuran yang ganas. Arian yang baru mendengar mengenai berita penculikan Fara turut berganding bahu membantu abang-abang Fara. Semakin lama mereka di Jakarta, semakin banyak yang mereka mula fahami tentang asal usul keluarga mereka dan siapa bapa mereka yang sebenarnya. Sebelum mereka sedari, mereka terjerumus di tengah-tengah pergelutan kuasa di dalam dunia kongsi gelap Jakarta. Hanya mereka yang mampu menamatkan perang ini, walau sebesar mana pengorbanan yang diperlukan.

≠=================

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here