Disambut Antusias, Kedokteran Gigi UI Gebyar Kampanye “SENYUM JAKARTA SEHAT” di Sela CFD

0
253

Jakarta,- Bertepatan kegiatan mingguan Car Free Day (CFD) Kampanye “SENYUM JAKARTA SEHAT” yang digagas oleh jajaran Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Universitas Indonesia disambut dengan antusias oleh masyarakat yang kebetulan tengah melintas sembari berolahraga di depan Hotel Grand Sahid Jaya, Minggu, (28 Juli 2019). Tak urung, kegiatan ini ternyata sukses menarik perhatian puluhan orang yang sedang asyik memanfaatkan Jakarta CFD, mereka tertarik untuk berhenti sejenak guna mengikuti kampanye.

Kampanye di ruang terbuka ini merupakan bukti kongkrit FKG UI dalam peranan aktifnya mendukung program Pemerintah “Indonesia Bebas Karies Tahun 2030”. Dan sekaligus; bertujuan meningkatkan kesadaran keluarga-keluarga Indonesia akan pentingnya kesehatan gigi pada anak.

Karies merupakan masalah pada gigi berupa flek dan lubang. Kondisi gigi karies pada umumnya menghantui anak-anak yang mempunyai kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis serta, kerap minum susu botol sampai lelap tertidur.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) Dr. Mochamad Fahlevi Rizal, drg., Sp.KGA (K) yang terjun langsung memimpin kampanye memaparkan, “Kampanye jemput bola terjun langsung menyatu dengan masyarakat ramai yang tengah beraktivitas seperti di CFD ini diperlukan untuk menumbuhkembangkan kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi anak. Kampanye SENYUM JAKARTA SEHAT pada ruang terbuka CFD lebih mudah dilihat dan cepat diketahui oleh masyarakat umum sehingga kemungkinan penyebaran pesan edukasi lebih maksimal.”

Selain mengedukasi, kampanye kali ini juga memberikan penyuluhan, pemeriksaan dan perawatan gigi gratis bagi anak-anak terutama yang berkebutuhan khusus. Data Riskesdas Kemenkes RI 2018, jumlah anak anak indonesia yang mengalami karies pada gigi nyaris menyentuh angka 93%. Ini tentu tantangan yang harus dijawab oleh semua para stakeholder, tidak akan intens jika hanya mengandalkan peranan pemerintah.

Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia Dewan Pengurus Daerah DKI Jakarta, yang juga terjun langsung dalam kampanye, Dr. Eva Fauziah, drg, Sp.KGA (K)menyarankan, “Membawa anak pergi ke dokter gigi untuk mengawal perkembangan kesehatan gigi anak perlu dilakukan setidaknya 4-6 bulan sekali secara berkala. Jangan menunggu sampai anak menderita sakit gigi terlebih dahulu sehingga anak mengalami trauma. Bertemu dokter gigi pasti si anak akan mengalami rasa sakit berlebih karena pada dasarnya gigi si anak sendiri sudah meradang. Kebiasaan ini mengakibatkan anak takut dan tidak ingin ke dokter gigi, dan itu yang kita khawatirkan pada anak anak.”

Eva Fauziah juga mengedukasi bagaimana orangtua membersihkan gigi anak. Di awal munculnya gigi pada balita, kegiatan merawat gigi sudah harus dilakukan. walaupun bayi hanya minum susu, membersihkan gigi susunya tetaplah penting. Gunakan kasa dan air hangat dengan lembut.

Ketika gigi sudah mulai tumbuh banyak, sebaiknya memebersihkan gigi anak dengan menggunakan sikat gigi yang bisa dimasukan ke rongga mulut dengan jari. Seiring dengan gigi susu yang sudah tumbuh sempurna dapat menggunakan sikat gigi yang lembut serta, diseka dengan air hangat, dan jangan menggunakan pasta gigi terlebih dahulu.

“Anak baru dianggap aman untuk menggunakan odol bila, anak sudah bisa meludah dan berkumur dengan baik dan benar. Untuk pertama kali, odolnya cukup sebesar biii jagung,” tambah Eva Fauziah.

Ernawati, ibu muda pengunjung CFD yang hadir mengikuti edukasi dan kampanye mengungkapkan betapa senangnya ia dengan kegiatan jajaran Universitas Indonesia ini. “Sebagai ibu, bukan kita kurang peduli pada kesehatan gigi anak. Tapi, kepedulian tanpa dilengkapi dengan pengetahuan cara terbaik untuk merawat dan mengawasi perkembangan kesehatan gigi anak, menjadikan ibu-ibu kebingunan sendiri. Syukurlah, ada dokter-dokter dari UI ini sehingga, saya jadi bersemangat dan tak bingung lagi dalam merawat gigi anak saya.”

○□○●||●○□○

BACA JUGA:

PENDERITA SAKIT GIGI TERNYATA MAYORITASNYA MERUPAKAN BAWAAN TURUN TEMURUN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here