Dari Malang, Terbit Motto “We Rise By Lifting Others” Rakernas Indonesia Fashion Chamber (IFC)

IFC Maju dengan membantu sesama

0
295

Malang, 28 Januari 2017 —– Indonesian Fashion Chamber (IFC) dibentuk pada tanggal 16 Desember tahun 2015 dengan dua tujuan utama ;

  1. Mengembangkan industri fashion menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan turut merajai pada pentas internasional
  2. Mengakselerasi pengembangan dan pembangunan sektor dan sub sektor fashion di Indonesia

Organisasi ini tak hanya untuk mewadahi desainer fashion, namun juga para pelaku terkait industri fashion, yaitu desainer aksesori, sepatu, tas, tekstil, hingga komunitas yang berkaitan pada bidang ini.

Sejak resmi terbentuk, IFC telah memiliki lebih dari 200 anggota yang tersebar dalam 12 Chapter yang berada di sejumlah kota besar di Indonesia. Antara lain ;

  • DKI Jakarta
  • Bandung
  • Semarang
  • Yogyakarta
  • Surabaya
  • Malang
  • Denpasar
  • Banda Aceh
  • Medan
  • Padang
  • Makassar
  • Pontianak
  • Dan kota-kota besar lain

Sebagai suatu organisasi yang dinamis, IFC dibangun dengan semangat kebersamaan, penyatuan ide dan konsep yang dituangkan dalam berbagai program serta kegiatan untuk tujuan bersama. Bukan hanya ditujukan bagi internal organisasi, tetapi bermakna pula bagi seluruh pelaku industri fashion dan masyarakat luas.

Dalam rangka merancang serta mengevaluasi berbagai program dan kegiatannya, IFC menggelar agenda tahunan January Board Meeting (JBM) yang khusus ditujukan bagi anggota IFC. Tuan rumah January Board Meeting tahun ini adalah IFC Malang Chapter dan Agus Sunandar selaku Local Chairman ditunjuk sebagai Ketua Panitia Penyelenggara kegiatan tahunan ini.

Rangkaian keseluruhan acara JBM digelar pada tanggal 28-30 Januari 2018, kemarin. Mengambil tempat di HARRIS Hotel & Convention, Malang, Jawa Timur. Dalam rapat kerja nasional (rakernas) yang dihadiri oleh anggota IFC dari seluruh Chapter di Indonesia ini mencakup pemaparan laporan dan evaluasi program kerja setiap divisi IFC yang telah ditentukan dalam January Board Meeting 2017 tahun lalu.

IFC menaungi tujuh divisi yaitu ;

  1. Intern Organization
  2. Product Development
  3. Institution Relation
  4. MarComm & Public Relation
  5. Business Development International Market
  6. Business Development Local Market
  7. Education & Research Development

Tak ketinggalan pula pembahasan permasalahan dan presentasi perencanaan program kerja dari setiap Chapter IFC yang akan dilakukan pada tahun ini dan juga, yang lebih menarik kali ini IFC mengadakan seminar untuk menambah pengetahuan dan wawasan seluruh anggota IFC dengan mengundang pakar di bidang bisnis yaitu : Yuswohandy dari Managing Partner Inventure yang mengusung tema “Consumer Shifting 2018

Rangkaian acara January Board Meeting 2018 meliputi pelantikan anggota baru IFC serta Inauguration Show dari 25 desainer yang baru bergabung sebagai anggota IFC. Setiap desainer yang merupakan anggota baru IFC dari berbagai Chapter ini telah menampilkan 8 rancangan. Fashion show ini bertujuan memperkenalkan karakter rancangan dari masing-masing anggota baru IFC. Dalam kegiatan JBM kali ini bersamaan dengan diselenggarakan acara MALANG FASHION TREND 2018 yang didukung penuh oleh Dinas Perindustrian Kota Malang dan VIVA Cosmetic sebagai “Official make up & hair do” yang akan mempersembahkan fashion show karya terbaru dari desainer kebanggaan IFC yaitu;

  • Abdul Hadi

  • Adi Barlan

  • Ajeng Cahyaning

  • Ali Charisma

  • Aldre

  • Ayu Ismail

  • Alfi Oktrisni

  • Bramanta Wijaya

  • Ben Kamal

  • Cecilia Wijaya

  • Chaera Lee

  • Deden Siswanto

  • Desy Ramona

  • Elly Virgowati

  • Elma Fariche

  • Febyantiq

  • Farhan A Daffa

  • Geraldus Sugeng

  • Hannie Hananto

  • Ichwan Thoha

  • Iftah M Dewi

  • Lenny Agustin

  • Mudrika Paradise

  • Novita Yunus

  • Oka Zulkanaen

  • Raehan Rauf

  • Ressi Dona

  • Riko Keket

  • Sofie

  • Wedha Githa

  • dan lain-lain desainer IFC

Penyelenggaraan January Board Meeting tahun ini mengusung tema We Rise By Lifting Others”. “Melalui tema yang diangkat, diharapkan agar anggota IFC sebagai pelaku kreatif jangan sampai salah kaprah dengan menutup diri sendiri yang akhirnya tidak bisa mengembangkan karyanya karena tidak mau terbuka, kita percaya bahwa keterbukaan itu penting dan membantu sesama itu juga penting, karena dengan membantu orang lain terutama sesama pelaku kreatif kita akan banyak belajar hal hal baru yang kita belum tahu sebelumnya. Singkatnya tema JBM 2018 adalah “Kita akan maju dengan membantu orang lain ” papar Ali Charisma, National Chairman IFC.

IFC mengarahkan para anggota maupun seluruh pihak terkait sektor fashion untuk memperkuat fondasi dalam ekosistem industri fashion yang secara garis besar terbagi menjadi kreasi, produksi, distribusi, dan pemasaran berdasarkan pilar riset dan pengembangan, kompetensi, dan bisnis yang mengacu pada strategi inovasi dan branding atas kekayaan lokal dan kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui ready to wear craft fashion, produk ready to wear yang mengoptimalkan kekuatan lokal.

“Program dan kegiatan IFC sejauh ini memang lebih ditekankan pada peningkatan kualitas anggota IFC baik dari segi pendidikan, desain, dan bisnis, dalam upaya memperkuat pondasi industri fashion di tanah air. Secara bersamaan, kami juga melakukan berbagai program dan kegiatan untuk menggaungkan potensi fashion Indonesia di kancah internasional, belum lama ini IFC membawa 10 designer anggota IFC untuk ikut serta dalam pameran dagang international yaitu Hong Kong Fashion Week , Fall/Winter 2018 yang telah selesai diselenggarkan pada tanggal 15-18 Januari yang lalu ” tutur Ali Charisma.

Sepanjang tahun 2017, IFC telah menerapkan berbagai program dan kegiatan yang berkolaborasi secara sinergis dengan para stakeholder mulai dari pihak pemerintah hingga swasta. Antara lain menyelenggarakan program inkubasi secara berkelanjutan dan Training on Trainer, misalnya pelatihan para guru yang mewakili 100 SMK Tata Busana di seluruh Indonesia tahap 2 bersama dengan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, selain itu juga dengan Kementerian Perindustrian , Kementerian Koperasi & Usaha Kecil Menengah untuk mendorong Indonesia menjadi pusat mode Dunia, serta asosiasi desainer interior, produk, dan tekstil dalam membuat acuan Indonesia Trend Forecasting 2018-2019 yang diprakarsai oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia.

IFC pun menggelar pameran dagang sebagai wadah bagi pelaku usaha fashion di tanah air untuk meningkatkan potensi bisnisnya, di antaranya ajang Muslim Fashion Festival Indonesia (MuFFest) dan Ramadhan in Style yang ditujukan untuk meningkatkan industri busana muslim di Indonesia serta mencanangkan pameran dagang yang mengusung isu ethical fashion, sustainable fashion, dan fair trade untuk memacu kompetensi pebisnis fashion nasional.

Selain itu, setiap Chapter IFC yang berada di sejumlah daerah mengadakan kegiatan yang berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Dekranasda untuk mengembangkan potensi daerahnya. IFC pun telah membentuk IFC Community, yakni komunitas yang mewadahi para pecinta dan pemerhati fashion secara luas, bukan hanya kalangan desainer dan pelaku bisnis fashion.

Salah satu program pengembangan bisnis IFC yang direalisasikan bertepatan dengan perayaan ulang tahun pertama IFC pada bulan Desember 2016 lalu adalah pendirian d2-i yaitu concept store yang menyajikan beragam produk ready to wear craft fashion karya anggota IFC. Setelah d2-i yang pertama berdiri di Neo Soho Mall, Jakarta dan selanjutnya pada tahun 2017 telah dibuka outlet baru D2i di Ciputra World ,Surabaya dan Premium Outlet yang disebut T-Store di TS Suite, Seminyak Bali.

Di tahun 2018, IFC berkomitmen akan melanjuti program dan kegiatan yang telah dirintis dan dikembangkan di tahun lalu dengan lebih optimal serta ditunjang dengan program dan kegiatan baru yang komprehensif. Sehingga IFC dapat berperan aktif dalam mendorong industri fashion di tanah air sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

¤¤¤¤¤[]¤¤¤¤¤

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here