Dari Aria Ballroom The Tribrata, Festival Film Indonesia 2019 Telah Diluncurkan

0
199

Jakarta,- Baru-baru ini (senin, 23 Sept’19), telah berlangsung acara peluncuran Festival Film Nasional (FFI) 2019 yang berlangsung di Aria Ballroom, The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Puluhan artis layar lebar dan layar kaca terlihat memadati lokasi yang menyebabkan gedung Tribrata sertamerta berubah menjadi ajang liputan awak media-media ibukota.

Ketua Bidang Penjurian Komite FFI, Nia Dinata mengungkapkan telah terjadi beberapa pembaruan dalam proses seleksi film pada FFI kali ini. Hal tersebut, dimaksudkan agar penilaian terhadap film-film juga semakin menguat.

Komite FFI yang diketuai Lukman Sardi juga telah membentuk tim seleksi yang berisikan kurator dari berbagai profesi, yaitu akademisi, jurnalis, hingga pekerja film. Tim seleksi akan bertugas menyeleksi seluruh film yang lulus sensor dan sudah ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia untuk akhirnya dikerucutkan menjadi sebuah daftar pendek yang berisi 30-50 title film. Daftar pendek ini, nanti akan terbagi dalam empat kategori, yaitu;

  • Film Cerita Panjang
  • Film Cerita Pendek
  • Dokumenter
  • Animasi.

Squad Tim Seleksi Film Cerita Panjang diperkuat oleh;

  • Lisabona Rahman
  • Hera Diani
  • Makbul Mubarak
  • Rangga Wisesa
  • Tam Notosusanto
  • Prima Rusdi
  • Nungki Kusumastuti

Sementara, untuk kategori Film Cerita Pendek, Tim Seleksi beranggota;

  • Fransiska Prihadi (Minikino Film Week)
  • Yustinus Kristianto (Jogja-NETPAC Asian Film Festival)
  • Lulu Ratna (Boemboe Forum)

Untuk Tim Seleksi Film Dokumenter adalah sebagai berikut;

  • Alia Damaihati (Festival Film Dokumenter)
  • Amelia Hapsari (In-Docs)
  • Dimas Erdinta Pratama Putra (Solo Documentary).

Kandidat yang akan masuk dalam nomine katagorie Film Animasi dilakukan oleh Tim Seleksi yang beranggotakan;

  • Wahyu Aditya (HelloFest)
  • Christian Aditya (UCIFEST).

Khusus soal film pendek, dokumenter, dan animasi, adanya tim seleksi awal memungkinkan lebih banyak lagi film-film dari tiga kategori tersebut yang bisa terjaring.

“Selama ini kita punya banyak film-film pendek, dokumenter, dan animasi yang bagus. Kiprahnya bahkan hingga mancanegara. Tapi karena keterbatasan, luput diperhatikan pada penyelenggaraan beberapa FFI sebelumnya,” ungkap Nia yang juga seorang produser dan sutradara.

Pembentukan tim seleksi lebih awal ini dimaksudkan agar Komite FFI pada tahun ini bisa meminimalisir kealpaan tersebut

“Selain itu, melibatkan sejumlah acara festival maupun apresiasi film lain ini merupakan bentuk keterbukaan kami bekerja sama dengan pihak lain demi kemajuan perfilman Indonesia,” tambah Nia.

Daftar seleksi yang sudah mengerucut akan dinilai oleh asosiasi-asosiasi profesi perfilman untuk menetapkan nominator dalam beberapa kategori tersebut. Berbeda pada penyelenggaraan FFI sebelumnya, yang peran tim seleksi tersebut langsung diemban oleh para anggota asosiasi profesi perfilman.

“Inisiatif membentuk tim seleksi datang setelah kami melakukan Focus Group Discussion. Dengan lebih dari 100 judul per tahun yang rilis di bioskop, kasihan asosiasinya kalau harus menonton semua film tersebut lalu menentukan nomine,” pungkas Nia.

Setelah para nomine dari berbagai kategori ditentukan, pemilihan pemenang dilakukan dengan mekanisme pemungutan suara (voting) oleh para anggota FFI yang telah mengonfirmasikan dirinya.

Film yang berhak mengikuti seleksi FFI ke-39 adalah film yang sudah tayang pada rentang 1 Oktober 2018 hingga 30 September 2019 di bioskop berbayar baik pemutaran umum maupun khusus

Daftar nama yang menjadi nomine FFI diumumkan pada bulan November 2019. Sementara malam penganugeraahan Piala Citra berlangsung sebulan kemudian.

○●||●○

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here