Blok M Square Trade Mall Eksis Tahan Banting!

0
253

Blok M Square (BOMS

Pusat Belanja Keluarga

Blok M Square, trade mall ini punya banyak cerita. Anak muda ibukota di era 80-90-an pasti mengenal Aldiron Plaza yang persis bersebelahan dengan Pasar Jaya Melawai. Kedua pusat perbelanjaan kebanggaan masyarakat Kebayoran Baru itu setelah mengalami renovasi dan pembangunan baru, pada 2008 berganti menjadi Blok M Square. Meski masih lekat di memory remaja angkatan 80-an sarana olahraga bowling dan disko sepatu roda yang memancing energi terkuras seperti Lipstick dan HappyDay, namun fasilitas yang dimiliki oleh Blok M Square saat ini jauh lebih baik dari ke-dua gedung perbelanjaan sebelumnya tersebut, Pasar Jaya Melawai dan Aldiron Plaza.

BOMS (Blok M Square) memiliki area parkir yang mampu menampung sebanyak 3000 kendaraan roda empat dan akses langsung melalui terowongan (lantai basement) yang menyatu dengan Blok M Mall, menuju Terminal Bus Blok M. Di terminal bus dalam kota terbesar di ibukota ini, semua route ada trayeknya disini. Mau ke Cipinang ada trayeknya, mau ke Kp. Rambutan ada trayeknya bahkan, mau ke Karawaci Tanggerang – Banten atau, Cikarang – Bekasi – Jawa Barat pun, ada pula trayeknya! Keberadaan Terminal Blok M sudah barang tentu memudahkan pengunjung dari manapun berdatangan. Itulah sebabnya, Agung Podomoro selaku pengelola BOMS senantiasa merias trade Mall yang satu ini, agar siap selalu dalam menerima kunjungan.

Suasana yang tertata rapi, aman, nyaman dan terkesan luas menjadi andalan Blok M Square menjaring pengunjung

Mungkin karena keseriusan Agung Podomoro dalam mengelola trade-trade mallnya hingga kini, BOMS tetap menjadi pusat perbelanjaan di wilayah Blok M yang paling ramai dikunjungi pembeli. Setiap harinya, paling tidak BOMS masih disambangi oleh 40.000 pengunjung meski, banyak pusat perbelanjaan lainnya yang mulai ditinggalkan pembeli sebagai akibat dari :

  1. Banyak kompetitor/pusat perbelanjaan baru yang berdiri
  2. Mulai digandrunginya belanja on line
  3. makin maraknya moda transportasi on line.

Moda belanja on line memang mudah untuk dimengerti bila kehadirannya bisa berakibat langsung terhadap penurunan jumlah pembeli yang mendatangi pusat perbelanjaan. Namun, mengapa moda transportasi on line ternyata juga bisa mempengaruhi jumlah kunjungan ke berbagai pusat perbelanjaan khususnya, dalam kawasan Blok M?

Benang merahnya dapat ditarik dari eksodusnya pengguna tranportasi publik konvensional yang kemudian, beralih menikmati layanan moda transportasi on line. Hal ini, menyebabkan terminal bus dalam kota Blok M yang telah selama ini menjadi pusat transit pengguna tranportasi publik, tidak lagi seramai dan sesibuk beberapa tahun lalu. Pada gilirannya, pusat-pusat perbelanjaan seperti di kawasan Blok M dan pusat-pusat perbelanjaan di kawasan lain ibukota yang sejenis (dekat dengan terminal) tidak lagi secara signifikan menerima pasokan kunjungan dari para penumpang bus dalam kota, dari yang ingin rehat sejenak, sekedar cuci mata ataupun, memang yang sengaja menyempatkan diri belanja keperluan di pusat perbelanjaan terdekat dari terminal bus sembari transit.

Bioskop XXI, Blok M Square

Disinilah letak keistimewaannya BOMS, meski belanja on line semakin digandrungi dan transportasi on line semakin marak, BOMS tetap ramai dikunjungi pembeli dan tak pernah sepi. Memang, sebagai pusat belanja keluarga, BOMS menyediakan berbagai keperluan lengkap. Mulai dari ragam kuliner, aksesoris, adi busana berbagai moda termasuk seragam sekolah, buku-buku, perhiasan emas, batu permata, puluhan counter handphone, keperluan-keperluan rumah tangga, kosmetik, obat-obatan, supermarket, ATK, elektronik, bursa mobil, beberapa Food&Baverage ternama dan keperluan-keperluan lain, termasuk wahana hiburan anak dan bioskop XXI.

Ramainya macam ragam destinasi belanja yang ditawarkan BOMS bila tidak disikapi dengan penataan yang profesional tentu akan meninggalkan kesan kumuh. Disinilah, bisa dikatakan BOMS sukses mengelola diri. BOMS tetap aman, sejuk, rapi, terkesan luas dan nyaman meski setiap hari dihujani oleh padatnya aktivitas arus sirkulasi orang dan barang. Keberhasilan BOMS mengelola diri inilah yang menjadi sebab BOMS tidak mengalami penurunan jumlah pengunjung.

Salah satu Gerbang masuk menuju BOMS

Tetapi, meski BOMS tahan banting terhadap hadirnya pusat perbelanjaan sejenis yang baru, digandrunginya belanja on line dan maraknya moda transportasi on line, tetaplah BOMS memerlukan kiat-kiat dan strategi jitu lainnya untuk tetap eksis sebagai pusat tujuan belanja keluarga di era kekinian dan di masa-masa yang akan datang.

Sebagai misal, mungkin dalam waktu dekat, managemen BOMS akan bekerjasama dengan managemen moda transportasi on line dengan menawarkan :

Menyambut akhir tahun 2017 dan tahun baru 2018 : Discount 50% biaya perjalanan atau maksimal mendapat potongan Rp. 5.000,-bagi pengguna moda transportasi on line yang berangkat dari BOMS

Hal diatas bukan tidak mungkin untuk diterapkan, lho! Bukankah BOMS memiliki sarana parkir yang luas? Lagipula bila BOMS mendapat kunjungan tambahan 1.000 orang perhari yang menggunakan moda transportasi on line, BOMS hanya perlu merogoh kocek tidak lebih dari 5 juta rupiah (1.000 orang X Rp. 5.000,-).

Para pengunjung setia Blok M Square, yuks sama-sama kita tunggu kejutan Terbaru dari Blok M Square pada akhir tahun ini?

*******####*******

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here