Barberlyfe Indonesia “Electrifying Experiments” Standar Baru Cukur Rambut

0
53

Bisnis barbershop bukanlah sekedar menciptakan tend rambut pria dari masa ke masa, tetapi juga mempertahankan keberadaan bisnis yang dijalankan. Menjamurnya pertumbuhan barbershop di Indonesia ternyata, berbarengan dengan runtuhnya sejumlah barber baru maupun barber tua. Hal ini, menunjukkan betapa dinamisnya bisnis dalam industri ini.

(Ki-Ka) Oky Andries (Founder & Marketing Director Chief Company, Indonesia), Alan Beak (International Barber Guest Star from Ruger Barber, United Kingdom), Yanto Sano (International Barber Guest Star from TGR, Singapore) dan Fatsi Anzani (Founder & Director Chief Company, Indonesia) dalam acara Barberlyfe Indonesia Volume 3 yang diadakan di Usmar Ismail Hall, Jakarta Selatan pada Kamis (11/4)

Sebagai bagian dari upaya membangun kreativitas di dalam bisnis barbershop, Chief Company untuk yang ketiga kalinya menggelar ajang Barberlyfe Indonesia vol.3 “Electrifying Experiments di Usmar Ismail Hall Jakarta, Kamis (11/04/19). Dua barber internasional, Alan Beak (Inggris) dan Yanto Sani (Singapura) hadir untuk berbagi pengalaman mereka dalam membangun dan mempertahankan bisnis barbershop.

Alan, adalah seorang barber profesional yang sudah menggeluti bisnis ini sejak usia 21 tahun. Ia memiliki dasar tradisi potong rambut Italian Barber dan kemudian bereksperimen dengan menggabungkan berbagai disiplin ilmu tata rambut yang ia pelajari hingga akhirnya menemukan formula potong rambutnya sendiri yang unik.

Eksperimen yang dilakukan Alan telah membawanya ke berbagai negara untuk memberikan edukasi bagi para barber di seluruh dunia. Ia menekankan agar para barber juga terus bereksperimen dengan metode memotong rambut agar bisa menemukan cara yang fleksibel dan efisien bagi mereka sendiri.

“Pelanggan kini telah memiliki standar yang tinggi. Cukur rambut bukan hanya sekedar bikin pendek rambut. Memiliki metode terbaik memotong rambut akan membawa pelanggan ketingkat kepuasan tertinggi,” papar Alan.

Sementara, Yanto yang berlatar belakang produser, penulis dan penata musik, menciptakan keunikan dengan menggabungkan musik dan potong rambut dalam sebuah pertunjukan live. Bagi yanto, cukur rambut bukan sekedar aktivitas biasa tapi, tekhnik potong rambut adalah juga seni yang layak untuk dipertontonkan.

“Kami ingin mendorong batasan pribadi dan bisnis, kemudian menjadikannya sebagai barber identity, yang mampu menggebrak kreasi antara seni, rambut, musik eksperimental dan street fashion,” ungkap Yanto.

Fatsi Anzani (Founder & Director Chief Company) bercerita tentang perjalanan menjelajah Indonesia mencari akar budaya pangkas Rambut Nusantara

Chief Company, selain terus memberikan referensi tren gaya rambut setiap tahun, juga telah menelurkan sebuah karya gebrakan kreativitas  yaitu buku dan film pertama serta satu-satunya  catatan sejarah peradaban pangkas rambut di Indonesia, “Perjalanan kami mencatat 4 etnis yang menjadi pelopor seni cukur rambut secara turun temurun di Indonesia. Mereka adalah suku Minang, Garut, Madura dan Tionghoa. Di buku dan film dokumenter ini kami mengungkap kunci keberhasilan mereka yang bertahan lintas generasi, berdampingan dengan barber muda yang mencoba bertahan di tengah kuatnya persaingan antar barber modern saat ini“, papar Fatsi Anzani, Director Chief Company.

Oky Andries (Founder & Marketing Director Chief Company) menjelaskan alasan Barberlyfe vol 3 mengangkat tema “Electrifying Experiments” tentang Industri dan kreativitas Barbershop

Menciptakan kreativitas baru dalam dunia pangkas rambut tentunya sangat diperlukan. Marketing Director Chief Company, Oky Andries menuturkan, “Kami berharap acara ini mampu menginspirasi pelaku industri barber lain untuk melakukan eksperimen unik lain dalam bisnis mereka, bahkan mungkin lebih dari yang Chief Company, Yanto Sani, dan Alan Beak lakukan.”

°•°•○●◇◇◇●○•°•°

About Promotor

Berangkat dari idealisme bahwa “Every Gentleman is A Chief Oky & Fatsi memulai brand Chief sejak tahun 2013. Oky & Fatsi memiliki sebuah mimpi besar di dalam industri yang penuh dengan keterbatasan khususnya di Indonesia. Oleh karena itu strategi mereka adalah start small sehingga bisa bergerak lebih cepat daripada yang lain. Setelah 5 tahun Chief Brand masih mengoperasikan dan mengembangkan sendiri 4 cabang Chief Barbershop di area selatan Jakarta.

Oky & Fatsi memiliki visi untuk maju dan bertumbuh di dalam Industri barber. Sejak tahun 2017 mereka menginisiasi Barber Voyage sebagai sebuah perjalanan pembelajaran sekaligus pencarian asal muasal tradisi bisnis barbershop. Di tahun 2018 mereka juga melahirkan Barberlyfe Indonesia sebagai sebuah platform edukasi khusus untuk para barber.

Saat ini tidak hanya berperan sebagai management sebuah bisnis barbershop, Oky & Fatsi sudah memulai babak baru dalam passion mereka di Industri ini dengan belajar berbagai keahlian teknis barbering. Misi mereka adalah untuk menciptakan lompatan industry barber yang signifikan dan meninggalkan warisan berharga untuk generasi muda para barber.

◇◇◇◇◇☆☆☆☆◇◇◇◇◇

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here