Indonesian Fashion Chambler & Kemenperin RI Sukses Gelar “LA MODE” Sur La Seine à Paris

0
84

Beberapa waktu lalu (1/12 ) Fashion show berskala internasional “La Mode” Sur La Seine à Paris sukses diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) di Kota Paris, PerancisAcara tersebut digelar di atas Kapal Boreas yang menyusuri Sungai Seine berkeliling Kota Paris. Di luar dugaan, meskipun bersamaan dengan demo penolakan kenaikan pajak BBM yang berlangsung di Paris, namun acara ini ramai dihadiri oleh undangan, bahkan melebihi kapasitas 400 tempat duduk yang disediakan oleh panitia. Konsep acara ini memberikan perspektif baru tentang cara memamerkan karya desainer Indonesia agar dapat menarik perhatian dunia.

Para undangan antusias menyaksikan karya 16 desainer Indonesia yang angkat konten lokal sesuai tren global, meliputi kategori busana konvensional hingga busana muslim, antara lain koleksi dari Lisa Fitria, Deden Siswanto, Lenny Agustin, Sofie, Ali Charisma, Shanty Couture, Identix by Irma Susanti, Lia Mustafa, Lia Soraya, Rosie Rahmadi, #Markamarie, Istituto Di Moda Burgo Indonesia, ZELMIRA by SMK NU Banat berkolaborasi dengan Make Up Artist dari siswa SMK PGRI 1 Kudus jurusan Tata Kecantikan yang merupakan binaan Djarum Foundation, dan Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Pariwisata Aceh menampilkan koleksi REBORN29 by Sukriyah Rusdy.

Seluruh koleksi diperagakan oleh 27 model internasional dengan wajah mondial terdiri dari multietnis yang mencerminkan identitas Kota Paris yang multikultural, antara lain model berwajah Kaukasia, Timur Tengah, Oriental, dan Afro-Amerika. Sehingga koleksi yang mengangkat ragam nuansa khas Indonesia tampil berpadu secara menawan dengan berbagai karakter model. Penampilan para model didukung oleh Viva Cosmetics sebagai Official Make Up & Hair Do.

Dalam seremoni pembukaan “La Mode” Sur La Seine à Paris turut diresmikan oleh Rully F. Sukarno selaku Minister Counsellor /Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya dan Pariwisata KBRI Paris yang menyatakan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris mendukung perhelatan ini untuk mempromosikan potensi industri fashion Indonesia ke pasar dunia melalui Eropa yang memiliki berbagai kota pusat mode dunia seperti Paris, Milan, London, dan lainnya. Keunggulan Kota Paris sendiri merupakan salah satu kota budaya fashion tertua di dunia dan memiliki pengaruh besar terhadap industri fashion dunia.

Rangkaian fashion show dibuka dengan menampilkan koleksi busana muslim dari dua desainer yaitu Lisa Fitria dan Lia Mustafa sebagai penanda secara resmi International Muslim Fashion Festival diluncurkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. International Muslim Fashion Festival merupakan pameran fashion muslim yang akan dilaksanakan tahun 2019 mendatang dengan menghadirkan buyer dan desainer dari berbagai negara, khususnya anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Launching International Muslim Fashion Festival sebagai bentuk keseriusan Kementerian Perindustrian untuk terus mempromosikan potensi industri fashion muslim Indonesia yang memiliki daya saing cukup tinggi di pasar internasional sehingga berpeluang memperbesar kontribusi sektor fashion terhadap perekonomian nasional. Kami berharap para buyer yang telah hadir dan memberikan feedback yang positif dan sangat berguna untuk kemajuan industri fashion muslim Indonesia di Eropa, dapat hadir pula dalam acara International Muslim Fashion Festival untuk melihat produk fashion muslim Indonesia yang lebih beragam lagi,” papar Gati Wibawa Ningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Melalui sinergi kegiatan fashion showcase, business meeting, dan media gathering, perhelatan ini memberikan hasil lebih optimal dalam membuka peluang kerjasama bisnis antara desainer dan buyer internasional. “La Mode Sur La Seine à Paris yang ditujukan untuk promosikan sejumlah karya desainer Indonesia di tingkat global, khususnya pasar Eropa, terbilang sukses diselenggarakan, bahkan melebihi yang kami harapkan. Para undangan memberikan respon positif terhadap keunikan konten lokal yang diangkat oleh desainer Indonesia. Sejumlah buyer dan PR agency yang hadir pun tertarik dan sepakat menjalin kerja sama bisnis untuk memasarkan produk desainer Indonesia di pasar Eropa dan jaringan global. Kami sampaikan kepada para buyer bahwa koleksi yang diperagakan mewakili sebagian kecil dari keragaman karya desainer Indonesia, dan meyakinkan mereka untuk datang ke Indonesia dan melihat sendiri produk desainer Indonesia lainnya,” tutur Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber.

Dengan keberhasilan menggaungkan karya desainer Indonesia sehingga menjadi sorotan pasar Eropa, “La Mode” Sur La Seine à Paris dicanangkan sebagai ajang tahunan yang akan menjadi pintu masuk bagi para desainer Indonesia dalam menarik buyer mancanegara, khususnya Eropa.

Kontak:

Sekretariat Indonesian Fashion Chamber

Email    : ifc.national.id@gmail.com

Telp.    : 0818 0888 5209 (Icha)

 

[]——-0000——[]

Kemenperin Semakin Dekat Jadikan Indonesia Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Kementerian Perindustrian semakin dekat untuk mewujudkan visi besar menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia di tahun 2020.  Selain didukung dengan kekuatan pasar sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia juga sudah memiliki berbagai jenis industri fesyen yang berdaya saing global.

“Peluang pasar domestik industri fesyen muslim Indonesia mencapai US$ 20 milyar, menguasai 1,9% pasar fesyen dunia dengan nilai ekspor US$13,29 milyar, dan termasuk 5 besar negara OKI eksportir fesyen muslim. Hal ini menunjukkan bahwa peluang pasar fesyen muslim global maupun domestik sangat besar dan yang harus diisi oleh industri fesyen muslim tanah air, sehingga dapat meningkatkan kontribusi sektor fesyen muslim bagi PDB nasional,” jelas Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Gati Wibawaningsih.

Gati mengatakan saat ini Industri fesyen muslim di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan dengan pertumbuhan rata-rata konsumsi fesyen Indonesia 18,2% per tahun. “Satu hal yang membanggakan bagi kita bersama adalah peningkatan prestasi Indonesia di dunia internasional yang sangat signifikan. The State of Global Islamic Economy Report 2017/2018 mencatat Indonesia sebagai runner up negara yang mengembangkan fesyen muslim terbaik setelah Uni Emirat Arab. Padahal pada laporan tahun sebelumnya, Indonesia tidak termasuk dalam 10 besar. Hal ini menunjukkan bahwa selangkah lagi Indonesia dapat berada pada urutan pertama dan menjadi kiblat fesyen muslim dunia,” jelasnya.

Selanjutnya Gati menjelaskan bahwa market size fesyen muslim terbesar adalah negara-negara OKI yaitu mencapai US$ 191 miliar, sementara Indonesia baru mengisi US$ 366 juta. “Hal ini menunjukkan bahwa kita harus bekerja keras meningkatkan ekspor ke negara-negara OKI sehingga paling tidak kita mampu menguasai 30% nya,” paparnya.

Oleh sebab itu, Kementerian Perindustrian melalui Ditjen IKM memfasilitasi para desainer Indonesian Fashion Chamber (IFC) di kegiatan Fashion Show La Mode Sur La Seine à Paris yang diselenggarakan pada tanggal 1 Desember 2018 di kota Paris Perancis yang berhasil gaungkan busana muslim karya desainer Indonesia dan menjadi sorotan global dengan dihadiri oleh 400 peserta dari mancanegara, antara lain Italia, Australia, Jerman, Taiwan, Korea, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Spanyol, Inggris dan Rusia. “Jadi, target yang ingin kami capai dari peluncuran kegiatan ini adalah meningkatkan nilai ekspor produk fesyen nasional khususnya fesyen muslim di pasar Eropa dan negara-negara OKI,” imbuhnya.

Selanjutnya Kementerian Perindustrian dalam perhelatan ini juga meluncurkan International Muslim Fashion Festival, yaitu pameran fesyen muslim yang akan dilaksanakan tahun 2019 dengan konsep pameran business to business (B to B) yang dihadiri oleh sekitar 250 undangan yang merupakan buyer potensial berasal dari berbagai negara seperti Italia, Australia, Jerman, Taiwan, Korea, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Spanyol, Inggris dan Rusia. Selain itu pada event ini juga akan dilaksanakan international conference, fashion show, dan talkshow.

 “Partisipasi kami pada event La Mode Sur La Seine à Paris ini juga adalah upaya untuk memperkenalkan potensi industri fesyen muslim di Indonesia ke pasar dunia. Khususnya ke pasar fesyen Eropa yang memiliki berbagai pusat mode dunia seperti Paris, Milan, London, dan kota-kota lainnya di Eropa hingga semakin bisa mendekatkan kita untuk mewujudkan target menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia,” jelasnya.

Selama ini pemerintah telah gencar mendorong industri fesyen di dalam negeri untuk terus meningkatkan market share Indonesia di pasar internasional. Oleh karena itu, agar mampu bersaing di kancah global, pemerintah juga terus berupaya memacu pertumbuhan industri fesyen dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, agar bisa mencapai target jangka panjang dalam pengembangan industri fesyen muslim yaitu Indonesia menjadi 3 besar eksportir fesyen muslim ke negara OKI, industri fesyen nasional menguasai pangsa pasar dalam negeri, industri fesyen muslim menjadi kontributor dalam pembangunan ekonomi dan penyerapan tenaga serta menjadi kiblat fesyen muslim dunia.

“Kementerian Perindustrian sangat konsen untuk mewujudkan Indonesia menjadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia pada tahun 2020. Berbagai program telah kami laksanakan tahun 2018 ini antara lain;

  • Pendampingan dan sertifikasi SKKNI bagi penjahit busana muslim
  • BimbinganTeknis dan Bantuan Alat Menjahit bagi WUB Busana Muslim
  • Capacity Building bagi IKM yang sudah existing
  • Kompetisi Modest Fashion Project (MOFP) start up
  • IndonesiaMoslem Fashion Expo
  • Penyusunan Roadmap Pengembangan Industri Fesyen Muslim
  • Fasilitasi pameran dalam negeri (IFW, Muffest, Ramadhan Runway)
  • Fasilitasi pameran luar negeri (CPM Moscow)
  • Fasilitasi kegiatan La Mode Sur La Siene a Paris;
  • Launching International Muslim Fashion Festival di Paris” jelas Gati.

Dapat diketahui Ditjen IKM juga telah menyiapkan berbagai kegiatan sebagai strategi pengembangan industri fesyen muslim di tahun 2019 yaitu :

  • Pendampingan dan sertifikasi SKKNI bagi penjahit busana muslim
  • BimbinganTeknis dan Bantuan Alat Menjahit bagi WUB Busana Muslim
  • Capacity Building bagi IKM yang sudah existing
  • Kompetisi Modest Fashion Project (MOFP)
  • Link and Match Desainer dengan Industri Fesyen Muslim
  • Linkand Match Industri Tekstil dengan Industri Fesyen Muslim dan Desainer
  • Fasilitasi pameran dalam negeri dan luar negeri seperti International Muslim Fashion Festival
  • Impementasi Revolusi Industri bagi industri fesyen muslim.

“Kami akan membentuk dan menginkubasi ekosistem bisnis fesyen muslim. Kami akan membuat platform berbasis augmented reality dan artificial intelligence,” ucap Gati.

————Fashion Show & Gathering——Jakarta, 14 Desember 2018

Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian

——-0000——

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here