Nonton “The Perfect Husband” Bareng IMAKGI, Bongkar Visi Santo Kadarusman Untuk Garuda Indonesia

0
461
Jakarta – IMAKGI (Ikatan Mantan Awak Kabin Garuda Indonesia) belum lama ini (3/5) menggelar acara nonton bareng  film “The Perfect Husband” di bioskop Plaza Senayan. Film berlatar belakang perjodohan seorang pilot muda dengan seorang gadis SMA ini diadaptasi dari novel karya Indah Riyana yang telah dibaca oleh lebih dari 2 juta orang. Bukan hanya novelnya yang enak dibaca, film besutan sineas nasional “The Perfect Husband” yang disutradarai oleh Rudi Aryanto dan diproduksi Screenplay Films dengan mengandeng Legacy Pictures ternyata juga mengasyikan untuk ditonton.
Nobar “The Perfect Husband” Plaza Senayan (3/5) Ketua Umum IMAKGI, Santo Kadarusman (tengah, berdasi) diapit para pengurus IMAKGI
Tak heran, IMAKGI sebagai komunitas yang setiap anggotanya pernah bersentuhan langsung dan memiliki kenangan yang sarat dengan GIA (Garuda Indonesia Airways) rame-rame menggelar nobar film yang telah bertahan lebih dari 2 minggu tayang dalam jaringan bioskop nasional ini. “The Perfect Husband” yang bergenre drama komedi romantis ini sepertinya sukses membawa kenangan manis tersendiri bukan hanya, bagi para mantan awak kabin pesawat tetapi juga, bagi semua penonton film Indonesia yang menyukai suguhan berkualitas.
Santo Kadarusman, Ketua Umum IMAKGI dalam sambutannya menuturkan, “The Perfect Husband layak menjadi ajang reuni. Penayangan film ini diharapkan bisa lebih mempererat tali silahturahmi sesama anggota IMAKGI.”
Berkesempatan bertatatap muka langsung dengan Santo Kadarusman yang telah mengakhiri kariernya di Garuda Indonesia tanpa cacat, mustahil rasanya bila melewatkan wawancara dengan beliau tanpa menyinggung kemelut yang tengah terjadi saat ini dalam pengelolaan BUMN PT. Garuda Indonesia, Tbk, terkait rencana mogok massal pilot, crew Kabin dan karyawan Garuda. Berikut adalah petikan wawancara langsung dengan beliau yang tengah bersantai seusai nobar;
Santo Kadarusman tengah bersantai seusai nobar (Plaza Senayan 3/5)
1./ Bagaimana tanggapan bapak Santo selaku Ketua IMAKGI atas rencana mogok massal crew kabin dan karyawan garuda?
  • Ada sebab ada akibat. Tentunya ada hal-hal ketidakpuasan yang memicu sampai crew dan karyawan harus berencana seperti itu. saya rasa-sah sah saja, namun alangkah baiknya andai penyampaian aspirasi, tuntutan ataupun harapan tidak harus merugikan masyarakat luas, seperti dengan aksi mogok. Bukankah semua permasalahan, masih bisa di musyawarahkan?
2/ Apa yang perlu dibenahi hingga tercapai efisiensi maksimal dalam tubuh garuda?
  • Mungkin perlu lebih dibenahi pada beberapa post yang langsung tidak langsung menunjang pelayanan Garuda, seperti diantaranya; hotel tempat menginap crew, transportasi antar jemput dan menu makanan food beveragenya.
3/ Apakah menurut bapak jumlah direksi garuda berlebihan, sebagaimana kita tahu saat ini direksi garuda bertambah menjadi 9 orang, sementara sebelumnya jajaran direksi hanya ditempati oleh 6 orang saja?
  • Saya rasa ya, berlebihan, standard di setiap perusahaan, biasanya cukup 6 personil dengan 1 managing director dan 5 director.
4/ Apa kiat yg harus dilakukan agar garuda indonesia tidak terus merugi?
  • Analisa ulang setiap destinations, dilihat cermati untung rugi nya. Andai destinations tsb merugi, untuk apa dipertahankan?
5/ Apakah ada kemungkinan bila, Garuda terus mengembangkan pelayanannya kerugian yang akan diderita semakin besar pula. Seperti rumus yang berbanding lurus?
  • Tergantung dari case by case. Harus dilihat dan dipelajari detail setiap divisi/departemennya.
6/Apakah Bapak setuju jika, kedepan direksi Garuda jajarannya diisi dan ditangani oleh orang dalam Garuda sendiri atau, oleh para mantan karyawan garuda yg notabene lebih menjiwai, hapal dan paham masalah dan seluk beluk yang selalu menyelubungi Garuda?
  • Operasional tokh sudah berjalan, dan systemnya sudah cukup mapan, apa salahnya diambil dari orang dalam, asal yang bersangkutan mumpuni, bisa dan sanggup. Andai terlihat kurang mampu, sebaiknya tetap membuka dari luar Garuda namun, yang bersangkutan idealnya, harus memiliki basic pengalaman dan kepakaran yang ada hubungannya dengan industri penerbangan/ pariwisata/ public service ataupun, pebisnis handal.
“Saya mencintai Garuda, Garudalah yang telah membuat hidup saya dan keluarga penuh warna. Saya bangga dengan Garuda. Garuda adalah separuh napas saya. Tidak mungkin saya tidak mau membantu Garuda,” tukas Santo lugas ketika disentil kesiapannya bila, suatu waktu diminta untuk menduduki kursi dalam jajaran Direksi Garuda.

******000******

Dikutip dari cnn.com, jajaran direksi yang diharapkan dapat membawa Garuda Indonesia untuk lebih maju, saat ini terdiri dari;

  1. Pahala Nugraha Mansury sebagai Direktur Utama
  2. Helmi Iman Satriyono sebagai Direktur Keuangan
  3. Nicodemus P Lampe sebagai Direktur Layanan
  4. Puji Nur Handayani sebagai Direktur Produksi
  5. Nina Sulistyowati sebagai Direktur Marketing dan Teknologi Informasi
  6. Linggarsari Suharso sebagai Direktur SDM dan Umum
  7. Sigit Muhartono sebagai Direktur Kargo
  8. I Wayan Sumena sebagai Direktur Teknik dan Pemeliharaan
  9. Triyanto Moeharsono sebagai Direktur Operasi

———[]——–

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here