Bekraf Indonesia Ambil Alih Markas Persenjataan Tempur Armada Laut Venesia

0
1144

Venesia tempat dimana Pelaut Legendaris merangkap Saudagar sekaligus Jurnalis Agung, Marco Polo dibesarkan, pada masanya dulu adalah sebuah negara kota perdagangan laut terkaya di Mediterania. Tahun 1330 masehi, jumlah penduduk Venesia sebanyak 110 ribu jiwa, sama banyak dengan penduduk Paris atau tiga kali lipat London.

Seperti hal dengan perdagangannya, Angkatan Laut Venesia juga terkenal kuat dan tangguh, puluhan tahun mampu berperang dan membendung kekuatan Angkatan Laut negara adikuasa Kekalifahan Turki Usmani.

Sejarah mencatat, Armada Laut Venesia adalah garda terdepan benua Eropa yang langsung berhadapan dengan tentara tak terkalahkan Ottoman. Armada tempur di Venesia telah juga melewati derunya mesin-mesin peperangan baik, PD I maupun PD II.

Dahulu perdagangan Venesia termasuk yang paling maju di dunia, dahulu Angkatan Lautnya termasuk yang terkuat di Eropa tapi, sejalan dengan peradaban dan waktu, Venesia telah berubah. Venesia kini menjadi salah satu destinasi favorit wisata dunia yang paling romantis. Venesia kini juga merupakan kota pusat festival dan jantung pertunjukan kelas dunia. Venesia dari dahulu hingga kini, tetap dan akan selalu termasyur, seperti Gondola yang berjaya melewati setiap lorong ruang dan lorong waktu.

Tidak salah lagi, untuk mengharumkan Indonesia di pentas dunia, Kamis 27 April kemarin, bertempat di Pelataran Menteng Resto, BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif) mengumumkan keberhasilan Indonesia mengambil alih lahan yang dahulunya merupakan fasilitas militer Armada Laut Venesia. Menempati lahan seluas 70 meter persegi pada kavling Artiglierie dalam area blok Arsenale, selama 6 bulan kedepan terhitung 13 Mei – 26 November 2017, paviliun BEKRAF Indonesia akan ikut berpartisipasi pada festival seni kontemporer internasional yang diikuti oleh ratusan negara dari berbagai benua, Venice Art Biennale

Tintin Wulia baju bergaris merah berphoto bersama Tim Bekraf dan Perwakilan Panitia Venice Art Binnaele

Terpilih mewakili Indonesia dalam pagelaran Venice Art Biennale, sebuah kreasi tunggal karya seniman Indonesia yang telah malang melintang mendunia, Tintin Wulia. Bertitle ‘1001 Martian Homes’, Tintin memboyong 3 instalasi seni instalasi kontemporernya untuk ikut unjuk gigi di ajang perhelatan akbar itu.

Bukan hanya memamerkan karyanya di Venice Art Biennale, Tintin juga akan memajang karyanya di lt. 6 komplek pertokoan Senayan City, Jakarta. Kedua ruang pameran yang terpisahkan oleh jarak ribuan mill akan disatukan dalam satu waktu, keduanya terhubung oleh jaringan internet yang dapat disaksikan oleh setiap pengunjung secara berbarengan. Baik yang mengunjungi paviliun Indonesia di Venesia maupun yang mendatangi ajang pameran karya Tintin Wulia si Senayan City, Jakarta.

Kurator pameran, Agung Hujatnikajennong Menyebut Tintin Wulia merupakan warga Indonesia keturunan Tionghoa yang dengan cara turun temurun tinggal di Pulau Dewata. “Tintin tumbuh dan dibesarkan oleh dua kebudayaan China-Bali yang dipisahkan oleh jarak yang begitu jauh. Tak jarang Tintin harus bolak-balik China-Bali untuk menyatukan dua dunia yang ada pada dirinya. Saya mendukung ide dan karya seni Tintin, yang menginspirasi generasi muda Indonesia, jarak dan waktu bukanlah kendala yang tidak bisa diatasi. Seperti Marco Polo, Jarak dan waktu bukan masalah sebaliknya, jarak dan waktu membuat kita semakin terpacu untuk terus maju, ” papar Agung ketika diminta tanggapannya terhadap kreasi Tintin.

Wakil Ketua BEKRAF Indonesia, Ricky Persik (tengah)

Wakil Ketua BEKRAF Indonesia, Ricky Persik yang juga hadir sebagai Narasumber menyatakan, “BEKRAF mendukung pameran tunggal karya Maestro Tintin Wulia ini karena memang sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar wajah Indonesia modern juga bisa ditampilkan dalam platform besar dan kancah internasional. Bukan hanya kreasi seni yang klasik saja.”

Rencananya, pada 10 Mei mendatang, Ketua BEKRAF Triawan Munaf sendiri yang akan meresmikan Pameran tunggal Tintin Wulia yang berlokasi di Senayan City dan dengan cara paralel, peresmian Itu menandai dibukanya Paviliun Indonesia di Venesia, Italia. Sebagaimana di Venesia, Pameran Tunggal Tintin Wulia di Senayan City terbuka selama 6 bulan. Dapat dikunjungi oleh publik terhitung mulai tanggal 13 Mei hingga 26 November.

********II********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here