Setahun Pelatihan Gojek Wirausaha, Ribuan Ibu Muslimat NU Go Digital

0
95
  • Lebih dari 1.200 anggota MNU telah dilatih di 11 kota, membuat mereka siap jadi perempuan mandiri secara ekonomi.
  • Kolaborasi antara 2 ekosistem besar Gojek dan Muslimat NU yang telah terjalin sejak 2018 membuat gerakan ekonomi digital masuk ke pelosok nusantara.
  • Sebagai platform teknologi terdepan, pengguna aktif mingguan Gojek tercatat 1,5 kali lipat lebih tinggi dibanding aplikasi on-demand sejenis.

JAKARTA, 12 Desember 2019, Kemarin – Setelah satu tahun digelar, pelatihan Gojek Wirausaha sukses mengajak ribuan ibu-ibu yang tergabung dalam Muslimat Nahdlatul Ulama (MNU) serta badan otonom dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) paham digital dan mendapatkan akses sebagai tambahan pendapatan. Dengan kolaborasi strategis dua ekosistem besar ini, ribuan ibu-ibu bisa memanfaatkan teknologi dan ekosistem Gojek untuk naik kelas dan siap bersaing di era ekonomi digital. Saat ini, Gojek merupakan ekosistem teknologi terbesar di Indonesia, dengan pengguna aktif mingguan Gojek tercatat 1,5 kali lipat lebih tinggi dibanding aplikasi on-demand sejenis.

Chief of Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan, “Pelatihan Gojek Wirausaha ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk menciptakan dampak sosial lebih besar. Kami di Gojek percaya, cara paling cepat dan efektif untuk meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia adalah dengan memperkuat UMKM dan menyiapkan mereka menghadapi era digital. Berbeda dengan kerjasama strategis lainnya, kerja sama dengan MNU ini menggandeng ibu-ibu yang bisa menjadi ‘agent of change’ mengajak komunitasnya menjadi lebih paham teknologi.”

“Melalui Gojek Wirausaha, Gojek mengajak anggota MNU yang siap dibina untuk menjadi perempuan mandiri secara ekonomi supaya gerakan ekonomi digital dapat masuk ke pelosok nusantara,” lanjut Nila. Dalam satu tahun terakhir, Gojek Wirausaha telah melatih 15.000 pelaku UMKM, termasuk ribuan anggota MNU di 11 kota dari Medan hingga Manado. Gojek Wirausaha juga telah melatih lebih dari 20 komunitas lainnya mulai dari organisasi kemasyarakatan hingga komunitas di bawah pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama, Siti Aniroh Slamet Effendy, Ketua IV Muslimat NU menjelaskan “Kami mengapresiasi kerja sama yang dilakukan bersama Gojek dengan Muslimat NU sejak 2018. Gojek sebagai perusahaan teknologi telah berhasil membantu ratusan ribu UMKM naik kelas dan memiliki pengetahuan serta pengalaman sukses di era digital untuk dibagikan kepada UMKM lainnya melalui pelatihan Gojek Wirausaha. Dengan jumlah anggota yang mencapai lebih dari 30 juta di seluruh Indonesia, kami Muslimat NU sebagai salah satu organisasi perempuan terbesar di Indonesia berharap dapat menggerakan perekonomian masyarakat, khususnya para anggota yang merupakan tulang punggung bagi perekonomian keluarga.”

Berbeda dengan pelatihan wirausaha lainnya, Gojek Wirausaha tidak hanya didesain untuk peserta yang baru mulai usaha tetapi juga para pengusaha UMKM supaya bisa naik kelas memanfaatkan ekosistem Gojek. “Kami merancang khusus kurikulum Gojek Wirausaha guna menjawab tantangan yang dihadapi UMKM. Mulai dari memulai usaha hingga meningkatkan skala bisnisnya melalui teknologi dan berbagai tips diberikan untuk mengembangkan usaha sekaligus menyediakan sesi konsultasi bagi peserta untuk langsung mendaftarkan usaha mereka di platform Gojek,” kata Nila.

Dalam pelatihan tersebut, peserta bisa bergabung menjadi merchant GoFood untuk memperluas jangkauan pasar kuliner, menjadi rekan usaha GoPay untuk menerima pembayaran non-tunai dengan, serta menjadi Ketua Arisan Mapan untuk merencanakan dan mewujudkan barang impian via metode arisan. Kesempatan ini diberikan agar pelaku UMKM perempuan ini bisa langsung memasarkan, menjual, dan mengembangkan usahanya secara digital.

Salah satu kisah sukses pelatihan Gojek Wirausaha datang dari komunitas MNU di Kalibaru, Banyuwangi. Heni Hermawati – anggota komunitas MNU yang bisa memanfaatkan dua layanan dari ekosistem Gojek. Setelah pelatihan beliau langsung memulai usaha kuliner di GoFood. Menariknya, untuk mendapatkan peralatan usaha, Ibu Heni memanfaatkan ekosistem Gojek lainnya yaitu Arisan Mapan. Dengan menjadi Ketua Arisan Mapan dan merchant GoFood sekaligus, beliau mendapatkan tambahan pendapatan sekaligus mengembangkan komunitasnya supaya lebih berdaya.

Dampak positif keberadaan ekosistem Gojek terhadap perkembangan UMKM terlihat dari pertumbuhan transaksi yang dirasakan lebih dari 500.000 mitra merchant, yang 96% diantaranya adalah UMKM. Data perusahaan internal menunjukkan mitra UMKM yang bergabung dengan GoFood mengalami rata-rata peningkatan omzet 3,5 kali lipat.

Sementara itu, riset independen dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) di tahun 2018 mengungkapkan 93% UMKM mengalami peningkatan volume transaksi dan 97% UMKM mengalami peningkatan omzet setelah bergabung dengan GoFood.

□□□-selesai-◇◇◇

Tentang Grup Gojek

Gojek merupakan perusahaan berbasis teknologi penyedia layanan mobile on-demand dan pembayaran digital terdepan di Asia Tenggara. Sejak awal didirikan pada 2010, Gojek lahir dengan keyakinan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas hidup pengguna dalam ekosistemnya, dan mengawali perjalanannya dengan layanan kurir pengantaran barang dan transportasi roda dua. Aplikasi Gojek pertama kali diluncurkan pada Januari 2015 di Indonesia, dan kini telah berkembang menjadi Super App terdepan di Asia Tenggara, menawarkan berbagai layanan mulai dari transportasi dan pembayaran digital, pesan-antar makanan, logistik, dan berbagai layanan on-demand lainnya. Gojek kini beroperasi di 207 kota di lima negara di Asia Tenggara.

Per kuartal ketiga 2019, aplikasi dan ekosistem Gojek telah diunduh oleh lebih dari 155 juta pengguna, dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi, lebih dari 500.000 mitra merchants, dan lebih dari 60.000 penyedia layanan di Asia Tenggara.

Sebagai Super App, Gojek berkomitmen untuk terus memecahkan masalah pada kehidupan sehari-hari dan membantu meningkatkan kualitas hidup jutaan masyarakat pengguna aplikasi Gojek di Asia Tenggara, khususnya di sektor informal dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sejalan dengan misinya untuk menciptakan dampak sosial positif dalam skala besar bagi pengguna, mitra pengemudi, mitra penyedia layanan, serta mitra bisnis dan UMKM di dalam ekosistemnya, pada Agustus 2019 Gojek menempati urutan ke-11 dari 52 perusahaan berskala internasional dan menjadi satu-satunya perusahaan dari Asia Tenggara yang berhasil masuk untuk kedua kalinya ke dalam daftar Perusahaan yang Mengubah Dunia versi Majalah Fortune tahun 2019 (Fortune’s “Change the World” 2019). Aplikasi Gojek tersedia untuk diunduh melalui iOS dan Android.

Aplikasi Gojek tersedia untuk diunduh melalui iOS dan Android.


Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Kristy Nelwan Nina Sekar
VP Corporate Communications Konsultan Komunikasi Gojek
Gojek Artemis Indonesia
kristy.nelwan@go-jek.com nina.sekar@artemishub.id

●○●○|||○●○●

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here